Jemaah Umrah Jadi Korban Serangan Houthi sampai Syarat Baru Iran ke AS

48 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jemaah umrah menjadi korban serangan yang diluncurkan milisi Houthi Yaman ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10) lalu.

Sementara itu Iran kembali mengajukan sederet persyaratan baru untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dengan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Selasa (13/10).

Jemaah Umrah Jadi Korban Serangan Houthi di Bandara Riyadh Saudi

Sejumlah jemaah umrah menjadi korban dalam serangan yang diduga dilancarkan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10). Serangan tersebut menewaskan sebanyak 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Jemaah dan pengunjung dari Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah termasuk di antara korban serangan.

Korban tewas terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Dua dokter juga mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah jemaah yang hendak beribadah ke Makkah terluka saat menunggu giliran naik pesawat di bandara tersebut.

Sugiono Serah Jabatan, Arrmanatha Nasir Resmi Jabat Menlu RI

Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir resmi menjadi diplomat tertinggi Indonesia setelah menjalani serah terima jabatan dari pendahulunya, Sugiono, yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Prabowo melantik Arrmanatha Nasir yang sebelumnya menjabat sebagai Wamenlu RI, sebagai Menlu RI pada Kamis (1/10/) di Istana Negara.

"Bahwa saya, akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo memandu sumpah yang diikuti Tata.

Iran Ajukan 6 Syarat 'Baru' jika Trump Mau Perang Berhenti, Apa Saja?

Kepala keamanan Iran, Mohsen Rezaei, memaparkan Teheran telah melayangkan serangkaian persyaratan terbaru untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.

Dalam wawancara eksklusif, Rezaei mengatakan Teheran telah menyampaikan persyaratannya kepada AS melalui mediator Qatar.

Rezaei menegaskan meski Iran melayangkan syarat baru untuk memulai babak baru negosiasi, Teheran masih jauh lebih tangguh menghadapi perang dibandingkan pada 40 hari pertama konflik tersebut, yang dimulai pada akhir Februari setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.

"Kami akan menghadapi Amerika dengan kekuatan yang lebih besar, serta melancarkan serangan yang lebih banyak dan lebih menyakitkan," kata Rezaei.

(tim)

Baca Artikel Selengkapnya