Jelang Panen, Ratusan Pohon Zaitun Petani Palestina Dibuldoser Israel

43 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jelang panen buah zaitun Oktober mendatang, buldoser militer Israel secara tiba-tiba meratakan sekitar 31 dunam (31 ribu meter persegi) lahan milik petani Palestina di kota Beit Rima, barat laut Ramallah, pekan lalu.

Akibatnya, lebih dari 400 pohon zaitun hancur hanya beberapa hari sebelum dimulainya panen tahunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerusakan tersebut membuat petani di desa Palestina menangisi sisa-sisa pohon mereka yang hancur, mengubah apa yang biasanya merupakan musim sukacita dan berkumpul bersama komunitas menjadi musim duka.

Abd Alfattah Tamimi, yang memiliki kebun zaitun di desa itu, menyaksikan sebuah buldoser militer menghancurkan bagian atas salah satu pohonnya sebelum mencabut akarnya sepenuhnya dari tanah.

[Gambas:Video CNN]

Serangan itu terjadi ketika para petani bersiap untuk panen, yang secara tradisional dimulai pada minggu pertama bulan Oktober, diberitakan Arab News.

Aktivis dan petani Palestina memperingatkan bahwa hasil panen tahun ini bisa sangat fluktuatif, dipicu oleh lonjakan serangan pemukim Israel dan operasi militer yang menargetkan sumber daya lokal di seluruh Tepi Barat yang diduduki.

"Semua pohon zaitun kami, termasuk yang baru ditanam, tercabut. Begitu juga pohon zaitun tetangga kami, mereka juga mencabut semuanya," kata Tamimi, menambahkan bahwa dia dan tetangganya memiliki hampir 9 hektar lahan yang dipenuhi pohon zaitun.

"Mereka meninggalkan kami tanpa apa pun," katanya.

Alasan militer Israel masih tetap sama dari dulu sampai sekarang, bahwa membersihkan lahan dari pohon zaitun untuk mencegah ancaman keamanan atau penyergapan terhadap pasukan.

Kelompok hak asasi manusia Palestina menolak hal ini, dengan mengatakan bahwa penghancuran tersebut pada dasarnya merampas pendapatan petani Palestina dari penjualan zaitun dan minyak zaitun, sekaligus mencabut pohon-pohon yang mereka anggap sebagai simbol hubungan mereka dengan tanah.

Zaitun adalah tulang punggung pertanian Palestina, sektor yang menyumbang sekitar 8 persen dari PDB dan lebih dari 60.000 lapangan kerja, menurut kementerian pertanian Otoritas Palestina.

Nather Tamimi, pemilik lahan lain di daerah desa Deir Nizam dekat Ramallah, mengatakan bahwa hilangnya pohon-pohon itu sangat menyakitkan karena terjadi begitu dekat dengan dimulainya panen.

"Dari lahan ini, saya dan saudara-saudara saya menghasilkan 120 drum minyak zaitun. Tetangga kami juga menghasilkan jumlah yang sama," kata Tamimi, sambil memandang kebun zaitunnya.

"Mereka mencabut pohon di mana-mana, bahkan di antara rumah-rumah," katanya.

Bukan hanya tentara, para pemukim ilegal Israel juga menyerang sebuah kendaraan pada Kamis sore di dekat kota Turmus Ayya, timur laut Ramallah.

Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa sekelompok pemukim menyerang sebuah kendaraan milik seorang warga bernama Bilal Masalmeh saat kendaraan itu melewati daerah tersebut.

Mereka menyemprot Masalmeh dan beberapa pemuda yang mencoba mencapai lokasi kejadian dengan semprotan merica.

(imf/bac)

Baca Artikel Selengkapnya