Jakarta, CNN Indonesia --
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, membalas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menuduhnya telah membuat warga keturunan Yahudi tidak merasa aman di New York City serta bersahabat dengan kelompok Hamas.
Mamdani menjadi salah satu sosok yang dihujat Netanyahu saat berpidato pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Jumat (25/9) dini hari WIB.
Netanyahu mengklaim sejak Mamdani menjabat sebagai Wali Kota New York City pada Januari 2026, warga keturunan Yahudi di kota tersebut tidak lagi merasa aman. Ia juga menuduh Mamdani melakukan tindakan antisemitisme serta berusaha membungkamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda secara keliru dan berulang kali menuduh Israel melakukan genosida. Tuan Mamdani, Anda berusaha mencegah saya datang ke sini, Anda berusaha membungkam saya. Anda tidak bisa membungkam saya. Anda tidak bisa membungkam kebenaran," ujar Netanyahu.
Netanyahu juga membantah tuduhan genosida yang dialamatkan kepada dirinya dan Israel. Netanyahu justru menyebut Mamdani sebagai pendukung Hamas.
"Inilah kenyataan sederhana: Israel tidak melakukan genosida. Israel justru mencegah genosida. Kepada semua pihak yang menyebarkan kebohongan tentang negara saya, tentara kami yang gagah berani, baik mereka yang duduk di ruangan ini maupun yang berada di kantor wali kota New York yang antisemit, saya katakan ini: Sungguh memalukan!" ucap Netanyahu.
Jawaban Menohok Mamdani
Merespons pernyataan tersebut, Mamdani melontarkan serangan balik tajam. Ia menyatakan Netanyahu memanfaatkan pidato di Sidang Umum PBB untuk menyebarkan kebohongan, guna menutupi tindakan genosida terhadap rakyat Palestina.
"Seperti yang telah dia dilakukan berulang kali, Perdana Menteri Netanyahu memanfaatkan pidatonya untuk mengulangi kebohongan tak berdasar yang bertujuan menutupi genosida yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina," ucap Mamdani dikutip dari Times of Israel.
Mamdani juga mengingatkan status hukum internasional yang melekat pada Netanyahu. Saat ini Netanyahu masih berstatus sebagai buronan internasional atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Status itu diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024.
"Tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa ia [Netanyahu] tetap menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," ucap Mamdani.
Netanyahu sendiri mendapat sambutan yang negatif saat melakukan pidato di Sidang Umum PBB. Sekitar 77 delegasi negara peserta memiliki walk out dan absen ketika Netanyahu berpidato.
(tim/har)

51 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·