Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter ke Indonesia. Kapal itu bisa mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.
Penawaran itu diutarakan Putin dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita, sehingga menjadi lebih baik kualitasnya," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani dalam keterangannya, Jumat (4/5).
Rosan menyampaikan untuk menindaklanjuti tawaran tersebut, Presiden Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.
Selain itu, Rosan menyebut salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama antara kedua negara juga meliputi penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.
"Kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea," ujar Rosan.
Rosan mengatakan peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri.
Ia pun berharap kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.
"Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performancenya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.
"Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," ujar Rahmad.
(mnf/rds)

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·