Jadi Sorotan, Jubir Baru Trump Diduga Punya Lisensi Pengacara Bodong

54 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Juru bicara Gedung Putih yang baru ditunjuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Katie Zacharia, menuai sorotan setelah diduga mengaku sebagai pengacara tanpa memiliki lisensi untuk berpraktik hukum di AS.

Kelompok pengawas di Washington DC bahkan telah mengajukan pengaduan kepada otoritas hukum California untuk menyelidiki kebenaran klaim tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Campaign for Accountability, Michelle Kuppersmith, mengatakan Zacharia berulang kali memperkenalkan dirinya sebagai pengacara untuk membangun reputasi dan kredibilitas sebagai komentator hukum di televisi.

Kini, Zacharia menjabat sebagai juru bicara Gedung Putih.

"Namun, tampaknya semua itu adalah kebohongan," kata Kuppersmith dalam sebuah pernyataan.

Campaign for Accountability telah mengajukan pengaduan kepada kantor pengacara California, lembaga yang mengawasi pemberian lisensi pengacara di negara bagian tersebut. Organisasi itu meminta otoritas terkait menyelidiki apakah Zacharia telah menyesatkan publik mengenai kualifikasinya.

"Di California, menyebut diri Anda pengacara tanpa lisensi bukanlah sekadar basa-basi; itu adalah kejahatan," ujar Kuppersmith.

Ia juga mendesak otoritas hukum California untuk meminta pertanggungjawaban Zacharia jika terbukti memberikan informasi yang menyesatkan.

Berdasarkan profil LinkedInnya, Zacharia memperoleh gelar dari Pepperdine Caruso School of Law pada 2011.

Namun, para pengkritiknya mempertanyakan apakah dia benar-benar memiliki lisensi untuk berpraktik sebagai pengacara, sebagaimana yang selama ini dia klaim.

Zacharia, yang kerap tampil sebagai komentator di Fox News dan Newsmax, memulai tugasnya sebagai sekretaris pers Gedung Putih pada Selasa (13/10). Dalam konferensi pers perdananya, ia terlihat beberapa kali berbicara terbata-bata dan mengulang perkataannya.

Konferensi pers tersebut berlangsung kurang dari 15 menit. Sebagian besar waktunya di podium ia gunakan untuk berterima kasih kepada Trump atas kesempatan yang diberikan dan membacakan pernyataan yang telah disiapkan.

"Saya sudah lama ingin bekerja untuknya," kata Zacharia, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Setelah konferensi pers, Zacharia bergabung dengan Trump di luar Gedung Putih untuk menjawab pertanyaan wartawan. Saat ditanya di mana ia mengikuti ujian pengacara, Zacharia menjawab, "Saat saya pindah ke Tiongkok."

Jawaban itu diduga merujuk pada pengalamannya bekerja selama sekitar tiga tahun di sebuah firma hukum di Beijing.

Profil LinkedIn Zacharia mencatat bahwa ia pernah bekerja sebagai associate di firma hukum Zhong Lun di Beijing pada 2011-2013.

Sementara itu, biografinya di situs organisasi perempuan pendukung Trump, Trumpettes USA Inc, menyebutkan bahwa ia pernah bertugas sebagai penasihat eksternal untuk Bank Dunia dan International Finance Corporation saat berada di Beijing.

Selain itu, profil LinkedIn-nya mencantumkan bahwa Zacharia menjabat sebagai penasihat umum kelompok hak suara Fix California pada 2024-2025. Kelompok tersebut didirikan oleh seorang pejabat pemerintahan Trump.

Dalam profil Instagram-nya, Zacharia juga menggambarkan dirinya sebagai seorang istri, ibu, dan pengacara.

Pernyataannya mengenai ujian pengacara di Tiongkok turut memicu pertanyaan. Ujian Kualifikasi Profesional Hukum Terpadu Nasional di negara tersebut hanya terbuka bagi warga negara Tiongkok.

Sementara itu, warga negara asing hanya dapat berpraktik dalam kondisi tertentu, termasuk memenuhi persyaratan pengalaman profesional di negara asalnya.

Laporan media menyebutkan bahwa Zacharia belum diketahui memiliki lisensi pengacara di negara bagian mana pun di AS.

Menanggapi sorotan tersebut, Zacharia mengatakan kepada Associated Press bahwa dirinya memiliki kualifikasi untuk bekerja di bidang hukum transaksi internasional.

"Saya berpraktik di bidang hukum transaksi internasional, dengan semua kualifikasi yang sesuai," kata Zacharia.

Sebelum menjabat sebagai juru bicara Gedung Putih, Zacharia bekerja selama beberapa bulan sebagai penasihat komunikasi di Kementerian Keamanan Dalam Negeri setelah Trump kembali menjabat untuk periode kedua.

Sejak Juni, Zacharia juga tercatat sebagai penasihat komunikasi senior di Trump Media and Technology Group, perusahaan yang memiliki platform media sosial Truth Social.

(mge/rds)

Baca Artikel Selengkapnya