Jabar perluas cakupan kerja sama dengan Gyeongsangbuk-do Korsel

54 menit yang lalu 2
Hubungan antardaerah harus mampu bermuara pada program-program produktif yang mendatangkan kesejahteraan langsung bagi masyarakat.

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memperluas cakupan hubungan bilateral dengan Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan (Korsel), dari belasan tahun sebelumnya pada sektor olahraga, kini ditingkatkan secara masif ke ranah ekonomi, perdagangan, investasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga pariwisata.

Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, di Bandung, Kamis, mengungkapkan peluang ekspansi kerja sama strategis ini telah dibahas tuntas saat menerima kunjungan resmi Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do, Hwang Myeongseok, di Gedung Sate Bandung, Rabu (4/11).

"Kunjungan itu merupakan langkah penting dalam memperkuat diplomasi antara Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do. Kami berharap melalui pertemuan tersebut dapat mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin, sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah," ujar Erwan Setiawan.

Erwan menekankan bahwa relasi internasional yang dibangun Pemprov Jabar tidak boleh sekadar menjadi seremonial persahabatan di atas kertas.

Hubungan antardaerah, kata dia lagi, harus mampu bermuara pada program-program produktif yang mendatangkan kesejahteraan langsung bagi masyarakat.

"Kami berharap hubungan kedua wilayah tidak hanya menjadi hubungan persahabatan, tetapi juga dapat berkembang menjadi kerja sama yang produktif di berbagai sektor. Dengan begitu, masyarakat Jawa Barat dapat merasakan manfaat dari hubungan baik yang telah dibangun bersama Gyeongsangbuk-do," ujar Erwan.

Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do Hwang Myeongseok, dalam keterangan Pemprov Jabar, menyambut hangat inisiatif perluasan kolaborasi dengan Jabar.

Ia mengenang bahwa fondasi kemitraan kedua daerah telah diletakkan sejak tahun 2010 melalui pertukaran di bidang olahraga, termasuk keikutsertaan aparatur pemerintah dan generasi muda Jabar dalam perkemahan budaya di Korsel.

Kendati demikian, Hwang sepakat bahwa sudah waktunya cakupan kerja sama ditingkatkan ke level yang lebih strategis, yakni sektor ekonomi, industri, dan kebudayaan.

"Selama ini pertukaran informasi mungkin lebih banyak mengutamakan bidang olahraga. Namun, mulai sekarang kerja sama juga bisa lebih difokuskan pada bidang ekonomi dan kebudayaan," ujar Hwang.

Lebih lanjut, Hwang memandang Jabar sebagai episentrum dan wilayah yang memegang posisi sangat strategis dalam peta kerja sama ekonomi antara Korsel dan Indonesia.

Terlebih lagi, sejumlah raksasa industri global asal Korsel seperti Hyundai Motor, Samsung Electronics, dan Hankook Tire telah menanamkan modal serta beroperasi secara masif di Jabar.

"Gyeongsangbuk-do telah berperan penting dalam perkembangan industri Korea Selatan, terutama melalui industri baja di Pohang serta industri elektronik dan semikonduktor. Sepengetahuan saya, perusahaan-perusahaan Korea seperti Hyundai Motor, Samsung Electronics, dan Hankook Tire telah beroperasi di Jawa Barat. Karena itu, wilayah ini menjadi salah satu pusat penting bagi kerja sama ekonomi kedua negara," ujarnya.

Selain memperkuat rantai pasok industri dan investasi, pertemuan tersebut juga membuka opsi kolaborasi dalam pemanfaatan kebudayaan tradisional agar memiliki nilai tambah ekonomi dan menjadi daya tarik sektor pariwisata.

Melalui penguatan kerja sama yang mencakup pengembangan SDM, perdagangan, hingga pariwisata ini, Pemprov Jabar optimis gelombang investasi baru dari Korea Selatan akan semakin deras masuk, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan.

Baca juga: Dubes Korsel: RI mitra sangat penting dalam pertahanan dan keamanan

Baca juga: Dubes: sektor hijau dan digital perkuat hubungan ekonomi RI-Korsel

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya