Jakarta, CNN Indonesia --
Puluhan ribu orang, yang sebagian besar terdiri dari pelajar dan pekerja, melakukan aksi demonstrasi dengan turun ke jalan di berbagai wilayah Italia pada Jumat (30/10) waktu setempat.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (31/10), massa aksi demo menuntut upah yang lebih tinggi dan layanan publik yang lebih baik, memprotes kenaikan biaya hidup, serta menentang peningkatan belanja militer.
Serikat pekerja akar rumput, Unione Sindacale di Base, menyerukan pemogokan umum selama 24 jam, dengan aksi protes yang direncanakan di lebih dari 40 kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demonstrasi tersebut sebagian besar berlangsung damai, meskipun ketegangan sempat memuncak di beberapa lokasi.
Di Turin, polisi menggunakan meriam air untuk memukul mundur para pelajar dan aktivis sayap kiri yang mendekati barikade keamanan di sekitar gedung prefektur.
Di Roma, sebuah pawai besar melintas di dekat Colosseum, tempat para pengunjuk rasa berencana mendirikan tenda dan bertahan selama akhir pekan. Beberapa tempat sampah diletakkan di tengah jalan lalu dibakar.
Kantor berita Ansa melaporkan, pada malam harinya sekelompok massa mencoba bergerak menuju gedung parlemen, yang memicu polisi untuk menggunakan meriam air guna membubarkan kerumunan. Delapan orang kemudian ditahan setelah berulang kali mencoba menerobos barikade polisi.
Di Milan, para pengunjuk rasa berpawai menuju jalan lingkar kota sebelum mengakhiri aksi mereka di depan universitas Politecnico di Milano. Para demonstran membawa suar dan membakar sejumlah benda.
Sementara di Genoa, sekitar 15 ribu pekerja pelabuhan, pelajar, dan pengunjuk rasa lainnya memasuki kawasan pelabuhan.
(tim/har)

5 jam yang lalu
2





English (US) ·
Indonesian (ID) ·