Sepotong dinding bangunan yang runtuh di desa Al-Milan kota Idlib di Suriah, Sabtu (25/2/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, IDLIB – Delapan serangan udara Israel menyasar landasan pacu bandara militer Abu al-Duhur di pedesaan sebelah timur Idlib pada hari Selasa. Serangan itu terjadi meski pemerintah terkini Suriah menyatakan hendak menjalin kesepakatan keamanan dengan Israel.
Sumber militer Suriah yang dikutip oleh Syrian News Channel menyatakan bahwa serangan Israel menyebabkan kerusakan material pada infrastruktur bandara namun tidak menimbulkan korban luka.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam serangan Israel tersebut, yang dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah, serta eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.
Kementerian tersebut menyatakan pihak pendudukan Israel bertanggung jawab atas eskalasi ini dan mendesak masyarakat internasional serta Dewan Keamanan PBB untuk mengecam tindakan tersebut.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa berlanjutnya serangan Israel sejak 8 Desember 2024—meskipun Suriah telah menunjukkan sikap menahan diri serta berupaya memperkuat stabilitas dan menghindari eskalasi—menunjukkan upaya Israel untuk menggagalkan langkah-langkah tersebut dan mendorong kawasan ini menuju ketegangan serta ketidakstabilan lebih lanjut.
Sebuah sumber keamanan mengatakan pesawat-pesawat tersebut menargetkan bandara yang sudah tidak beroperasi selama bertahun-tahun dan saat ini menampung pasukan perlindungan yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Suriah. Pasukan pemerintah dilaporkan disiagakan dalam tingkat kewaspadaan tinggi di wilayah tersebut setelah serangan terjadi.
Serangan udara menghantam bandara dan landasan pacunya di saat sejumlah pesawat nirawak (drone) dilaporkan terbang di atas wilayah tersebut. Suara helikopter kemudian terdengar di langit wilayah utara Provinsi Idlib.
Bandara militer Abu al-Duhur terletak sekitar 27 kilometer di sebelah timur Saraqib, bersebelahan dengan kota Abu al-Duhur. Bandara ini tetap berada di bawah kendali otoritas saat ini sejak mereka memegang kekuasaan.
Pasukan pemerintah berhasil merebut kembali kendali atas bandara tersebut pada akhir tahun 2018, setelah sempat kehilangan kendali pada bulan September 2015 ketika kelompok oposisi dan faksi-faksi bersenjata menguasai sebagian besar wilayah Provinsi Idlib.
Bandara ini mengalami kerusakan parah selama masa perang dan telah tidak beroperasi selama bertahun-tahun. Saat ini, pasukan pengamanan yang berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan Suriah ditempatkan di lokasi tersebut.
Pasukan pendudukan Israel sebelumnya telah melancarkan ratusan serangan di berbagai wilayah Suriah sejak jatuhnya pemerintahan yang dipimpin oleh Bashar al-Assad.

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·