Israel Resmi Jadi Mitra Negara-negara Pasifik, Gabung Forum Regional

58 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel resmi bergabung dengan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) sebagai mitra sektoral. Kerja sama ini mencakup sejumlah bidang, mulai dari adaptasi pengelolaan air hingga perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan langkah tersebut pada Rabu (21/10). Israel akan menawarkan keahlian untuk mendukung kebutuhan pembangunan negara-negara di kawasan Pasifik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hubungan Israel dengan negara-negara Pasifik semakin erat dalam beberapa waktu terakhir.

Misalnya, Nauru, membuka kedutaan besar di Yerusalem bulan lalu. Langkah itu menjadikan Nauru sebagai salah satu dari segelintir negara yang mengakui klaim kedaulatan Israel atas kota tersebut meski menghadapi tekanan internasional.

Papua Nugini dan Fiji juga memiliki kedutaan besar di Yerusalem. Keduanya termasuk di antara tujuh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Amerika Serikat, yang membuka kedutaan di kota tersebut.

Sementara itu, Samoa dijadwalkan menyusul langkah tersebut pada akhir tahun ini, dikutip dari AFP.

Kedekatan Israel dengan negara-negara Pasifik berlangsung ketika kawasan tersebut menjadi arena persaingan geopolitik sejumlah kekuatan dunia. Forum Kepulauan Pasifik yang beranggotakan 18 negara memiliki sekitar 30 mitra pembangunan, termasuk Amerika Serikat, China, Prancis, dan Inggris.

[Gambas:Video CNN]

Di tengah persaingan untuk memperluas pengaruh militer dan ekonomi, para pemimpin Pasifik bulan lalu sepakat mereformasi skema kemitraan dengan negara-negara di luar kawasan. Skema baru tersebut membagi kemitraan menjadi dua kategori, yakni mitra strategis dan mitra sektoral.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan negaranya kini bergabung sebagai mitra sektoral. Pengumuman tersebut bertepatan dengan kunjungan diplomat, Eynat Shlein, kepala Badan Bantuan Internasional Israel, MASHAV, ke Fiji dan Samoa.

"Kerja sama ini akan berfokus pada prioritas regional, dengan memanfaatkan keahlian Israel dalam pengelolaan air, desalinasi, pertanian, adaptasi perubahan iklim, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel.

Desalinasi merupakan proses menghilangkan kadar garam dari air laut atau air payau agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk konsumsi dan pertanian.

Forum Kepulauan Pasifik belum segera menanggapi permintaan komentar terkait pengumuman tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, sebelumnya mengunjungi kantor pusat forum di Suva, ibu kota Fiji, pada Juni. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Israel memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara di kawasan Pasifik.

"Memperkuat hubungan dengan negara-negara Kepulauan Pasifik merupakan salah satu prioritas menteri luar negeri," kata kementerian tersebut dalam pernyataannya.

Kementerian itu juga menyebut Israel telah membuka kedutaan besar di Fiji pada awal tahun ini. Perwakilan diplomatik tersebut turut melayani sembilan negara Kepulauan Pasifik lainnya yang memiliki hubungan bersahabat dengan Israel.

Dalam pernyataan di Facebook, Forum Kepulauan Pasifik mengatakan pertemuan dengan Shlein dari MASHAV menjadi kesempatan bagi negara-negara di kawasan tersebut untuk menyampaikan "tantangan pembangunan dan kebutuhan peningkatan kapasitas".

Pertemuan itu juga "menjajaki peluang praktis untuk pertukaran pengetahuan dan kemitraan".

Negara-negara Kepulauan Pasifik selama ini kerap menjadi salah satu pendukung setia Israel di forum internasional. Dukungan tersebut antara lain berkaitan dengan keyakinan keagamaan yang kuat di sejumlah wilayah, termasuk kepercayaan terhadap nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai kembalinya kaum Yahudi ke Tanah Israel.

(mge/bac)

Baca Artikel Selengkapnya