Foto selebaran yang disediakan oleh situs web Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC); Berita Sepah menunjukkan, militer Iran menembakkan rudal yang menargetkan tiruan kapal induk AS di Selat Hormuz.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hossein Mohebbi pada Selasa (8/9/2026) mengatakan, tidak ada teknologi canggih, termasuk teknologi AS, yang dapat menghindari sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz. Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC menyatakan telah menyita drone bawah laut AS jenis Dive-LD yang canggih di pintu masuk Selat Hormuz dan memublikasikan foto perangkat tersebut.
"Penemuan drone bawah laut militer AS yang canggih pada pagi hari menunjukkan bahwa tidak ada teknologi canggih yang dapat melewati lapisan sistem pengawasan kami di Selat Hormuz," kata Mohebbi, seperti dikutip IRGC.
Menurut keterangan IRGC penangkapan drone bawah laut AS itu melalui sebuah operasi yang kompleks berdasarkan operasional dan intelijen superior. Drone yang ditangkap disebut sebagai tekonologi bawah laut terbaru dan tercanggih di dunia yang diproduksi AS pada 2025.
Setelah pengumuman oleh IRGC, pada Selasa, militer AS mengonfirmasi satu kendaraan bawah laut mereka mengalami kerusakan lebih dari sehari lalu di perairan Timur Tengah. Seorang pejabat AS kepada Reuters mengatakan kendaraan bawah laut itu adalah model tua dan tidak membawa perlengkapan sonar rahasia.
Secara terpisah, juru bicara Pusat Komando AS (CENTCOM) kepada Al Jazeera juga menyebut sebuah kendaraan bawah laut mengalami kerusakan saat melaksanakan misi survei laut di Timur Tengah pada Senin. Tidak ada pejabat AS yang mengonfirmasi bahwa drone bawah laut mereka disergap dan ditangkap oleh IRGC.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti, Anadolu

11 jam yang lalu
3





English (US) ·
Indonesian (ID) ·