Seorang wanita berjalan di depan reklame raksasa yang menampilkan ilustrasi terbakarnya kapal-kapal di Selat Hormuz, Senin (14/9/2026). Tertulis di reklame tersebut,
TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), pada Kamis (29/10/2026) menyebutkan bahwa tiga kapal tanker menghantam ranjau di Selat Hormuz meski Amerika Serikat (AS) mengeklaim bahwa jalur tersebut telah dibersihkan dari ranjau. Tak hanya membersihkan ranjau, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga mengatakan ribuan kapal telah melintasi perairan tersebut.
"Selama 24 jam terakhir, tiga kapal tanker yang melanggar batas menabrak ranjau dan terbakar selagi melintasi rute selatan Selat Hormuz, rute yang dilarang [oleh Iran]," demikian pernyataan kantor pers IRGC.
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Sebelumnya pada Senin (26/10/2026), Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi menegaskan bahwa Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman sepenuhnya berada di bawah kendali angkatan bersenjata Iran. Pernyataan tersebut dikutip lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB.
"Seluruh wilayah Teluk Persia dan pulau-pulau di dalamnya, Teluk Oman beserta garis pantainya, serta bagian timur dan barat Selat Hormuz, berada di bawah kendali angkatan bersenjata Republik Islam Iran," kata Abdollahi.
"Selama Selat Hormuz tetap ditutup, maka tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi jalur perairan strategis ini di luar kerangka perintah Iran," lanjutnya.
Abdollahi juga memperingatkan bahwa kapal yang mencoba berlayar di luar jalur yang ditetapkan Iran akan menghadapi risiko dan mengalami kerusakan serius.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti, Anadolu

58 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·