Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS yang Disodorkan Via PM Irak

1 jam yang lalu 1

Foto Presiden AS Donald Trump dalam tidur di peti mati terpampang di billboard raksasa di salah satu jalan di Teheran, Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran pada Kamis (23/7/2026) dilaporkan menolak proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat (AS) yang dikirim ke Teheran melalui Perdana Menteri Iran Ali al-Zaidi. Penolakan itu dilaporkan The New York Times (NYT), beberapa jam sebelum Pusat Komando AS (CENTCOM) mengakhiri serangan malam ke-13 terhadap target-target di Iran.

Menurut pejabat Iran yang dikutip NYT, Teheran tidak tertarik dengan sebuah "kesepakatan sementara" yang menyisakan status Selat Hormuz tanpa resolusi, titik pangkal persoalan yang belakangan membuat memorandum Iran dan AS gagal diimplementasikan. Proposal yang dibawa Zaidi ke Teheran pada Rabu, disusun setelah PM Irak itu bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada awal bulan ini.

Beberapa jam sebelum penolakan dari Iran, Trump mensinyalkan bahwa dia tidak dalam posisi terburu-buru untuk sebuah kesepakatan. Dalam sebuah taklimat, Trump mengatakan kepada Axios, bahwa dia menimbang sebuah "serangan masif". Serangan itu menurut Trump akan lebih besar dari sebelumnya dan Iran "belum cukup menerima rasa sakit".

Pada Kamis malam, CENTCOM merampungkan serangan ke-13 dengan menargetkan pusat komando militer Iran, tempat penyimpanan drone, jaringan komunikasi, situs pengawasan pantai, dan kemampuan maritim. CENTCOM juga mengeklaim bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan lebih dari 50 ribu tentara AS beroperasi di Timur Tengah.

Baca Artikel Selengkapnya