Seorang wanita Iran memandang deretan kapal di Selat Hormuz dari kawasan Bandar Abbas, di selatan Iran pada 1 Juni 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila Amerika Serikat (AS) mengambil langkah terlebih dahulu untuk meredakan tekanan militer. Seorang pejabat senior Iran kepada Kyodo News, Selasa (22/9/2026) menyebut tawaran itu telah disampaikan kepada pihak mediator sebagai bagian dari upaya iran yang semakin gencar untuk menghidupkan kembali perundingan dengan AS.
Tawaran tersebut merupakan itikad baik dari pihak Iran untuk memulai kembali perundingan dengan AS demi mewujudkan berakhirnya permusuhan secara permanen antara kedua negara.
Dengan momen Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan ini, lanjut pejabat senior itu, Iran akan memanfaatkan agenda tersebut untuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara yang selama ini berperan sebagai mediator.
Namun demikian, dia memastikan tidak akan ada pertemuan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela agenda PBB tersebut, meskipun upaya mencapai kesepakatan akhir terus diperjuangkan.
"Masih ada kemungkinan suatu kesepakatan dapat tercapai," katanya.
Dia juga mengingatkan AS untuk memperlihatkan keseriusan dan komitmen mereka jika ingin upaya diplomasi terus berjalan.
sumber : Antara, Kyodo

41 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·