Warga Iran berjalan di depan lukisan raksasa mengilustrasikan kapal di Selat Hormuz yang terpampang di Teheran, Senin (20/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Iran menyita dua kapal kontainer yang berusaha keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2026). Insiden ini menjadi yang pertama sejak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat sejak Februari lalu.
Kantor berita Tasnim melaporkan, penyitaan dilakukan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Otoritas tersebut juga menegaskan bahwa gangguan terhadap keamanan di Selat Hormuz akan dianggap sebagai “garis merah”.
IRGC menuduh dua kapal yang disita, yakni MSC Francesca berbendera Panama dan Epaminondas berbendera Liberia, beroperasi tanpa izin serta merusak sistem navigasi mereka.
Kapal Epaminondas dilaporkan ditembaki sekitar 15 mil laut barat laut Oman. Menurut sumber keamanan maritim dan UK Maritime Trade Operations (UKMTO), kapal tersebut mengalami kerusakan di bagian anjungan setelah terkena tembakan dan granat berpeluncur roket dari kapal perang IRGC.
Kapal itu dioperasikan perusahaan Yunani dan diawaki 21 orang, terdiri dari warga Ukraina dan Filipina. Tidak ada laporan korban dalam insiden tersebut.
sumber : Reuters

2 jam yang lalu
7








English (US) ·
Indonesian (ID) ·