Warga Iran berjalan di depan foto Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei di Teheran, Ahad (19/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menjelang berakhirnya gencatan senjata yang diumumkan antara AS dan Israel dengan Iran, belum ada kepastian terkait perundingan pihak bertikai di Islamabad, Pakistan.
Ketua parlemen Iran memposting Bagher Ghalibaf di X mengatakan bahwa Iran telah bersiap untuk menunjukkan 'kartu baru' di medan perang. Iran, kata ia, tidak akan menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.
"Dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk menampilkan 'kartu baru' di medan perang," lanjutnya.
Iran menganggap AS tidak serius dalam mendorong gencatan senjata. Alih-alih berunding, Amerika Serikat justru mengirim kapal perangnya untuk memblokade perairan Iran. Langkah Paman Sam itu membuat Teheran geram, dan menolak berunding di bawah tekanan.
Presiden AS Donald Trump membantah bahwa ia berada di bawah tekanan untuk mencapai kesepakatan. Trump menambahkan bahwa sangat tidak mungkin gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran, yang akan berakhir pada Rabu ini akan diperpanjang.
Di Teluk, AS terus memblokade perairan menuju pelabuhan Iran setelah menyita kapal kargo berbendera Teheran pada Ahad. Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Dalam bahasa Persia, Mayor Jenderal Abdullahi mengatakan bahwa IRGC telah mendorong Israel dan AS ke dalam rasa keputusasaan dan kelelahan. "Memaksa mereka untuk dengan putus asa meminta gencatan senjata", menurut Fars.
Dia mengatakan angkatan bersenjata tidak akan membiarkan presiden AS yang berbohong dan delusi untuk menciptakan narasi palsu tentang situasi di lapangan, terutama soal Selat Hormuz.
Masih belum jelas apakah delegasi Iran akan menuju Islamabad untuk putaran kedua pembicaraan perdamaian dengan AS.

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·