Billboard menampilkan wajah Presiden AS Donald Trump terpampang di salah satu jalan di Teheran, Iran, Senin (27/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menurut seorang pejabat dikutip jaringan al-Youm dilansir Mehr News, Ahad (20/9/2026), telah menaikkan tingkat kewaspadaan militer ke level tertinggi. Teheran telah menyiapkan rencana respons di udara, darat, dan laut, memungkinkan sebuah respons berat, meluas, dan mengejutkan terhadap aset-aset Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei kepada Aljazeera juga mengatakan bahwa, Teheran tidak mengesampingkan adanya serangan baru dari AS berdasarkan asesmen militer mereka. Dia menegaskan, Iran siap untuk skenario itu dan telah mengubah rencana militernya menyusul dua putaran pertempuran sebelumnya.
Menurut Rezaei, rencana Iran saat ini berfokus pada aset-aset Angkatan Laut AS yang meregang di Teluk Persia mulai dari Teluk Oman hingga Laut Arab. Rezaei juga mengeklaim, Iran belakangan telah menguji coba rudal multi-hululedak anti kapal ke dekat kapal-kapal perang dan kapal induk AS.
Rezaei mengingatkan bahwa respons militer Iran berikutnya akan lebih ekstensif, tidak hanya manargetkan pangkalan AS di kawasan tetapi juga kepentingan komersial dan perusahaan yang beroperasi di Timut Tengah. Ditanya apakah perang bisa berakhir segera, Rezaei menjawab, "Dalam kondisi praktis perang masih berlangsung," sambil menambahkan Teheran mengejar sebuah strategi yang bertujuan untuk mencapai akhir perang "sesegera mungkin".
sumber : Antara, Anadolu

1 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·