Seorang wanita berjalan di depan reklame raksasa yang menampilkan ilustrasi terbakarnya kapal-kapal di Selat Hormuz, Senin (14/9/2026). Tertulis di reklame tersebut,
TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa dinamika di kawasan Timur Tengah, termasuk pengelolaan Selat Hormuz, tidak akan pernah sama lagi menyusul perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Namun Araghchi juga menegaskan, bahwa Teheran akan menyambut baik "setiap rencana keamanan yang berasal dari kawasan itu sendiri.”
"Perang saat ini telah mengubah segalanya. Kita harus mengakui bahwa realitas-realitas baru telah muncul," ujar Araghchi dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri Iran, sebagaimana dikutip oleh Press TV pada Ahad (25/10/2026).
"Jalur pelayaran melalui Selat Hormuz tidak akan lagi sama seperti sebelumnya, begitu pula cara pengelolaan selat tersebut tidak akan sama seperti di masa lalu," ujarnya, menambahkan.
Teheran dan Washington masih berselisih mengenai kendali atas jalur perairan strategis tersebut sejak perang antara Iran melawan AS-Israel meletus pada Februari lalu. Kendati Teheran bersikeras mempertahankan otoritasnya dalam mengatur lalu lintas pelayaran di selat itu, Washington menuntut pemberlakuan kebebasan navigasi tanpa batasan.
Sebelumnya, kedua negara sempat meneken kesepakatan sementara pada Juni guna meredakan konflik. Namun, perundingan diplomatik saat ini kembali mengalami jalan buntu di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua belah pihak.
sumber : Antara, Anadolu

1 hari yang lalu
3





English (US) ·
Indonesian (ID) ·