Iran Ingatkan Pemimpin Negara Arab Percuma Menjamu Netanyahu

16 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala keamanan nasional Iran Mohsen Rezaei, mengingatkan bahwa percuma Uni Emirat Arab dan sejumlah pemimpin negara-negara Arab menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rezaei menegaskan pertemuan tersebut sama sekali tidak akan memberi keuntungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sama seperti menampung pangkalan militer AS tidak membawa keamanan bagi Anda, menampung 'Penjagal Gaza' juga tidak akan membawa konsekuensi yang menguntungkan," tulisnya di X, dikutip dari The Dawn.

Pernyataan Razei merujuk pada kampanye militer Netanyahu di Jalur Gaza.

"Belajarlah dari perang terakhir, hentikan memicu perang, dan hentikan klaim tanpa dasar mengenai pulau-pulau Iran!" tambahnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, perjalanan rahasia Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab Minggu (27/9) menghebohkan publik Israel dan Timur Tengah.

Sebab, Netanyahu disebut bertemu dengan sejumlah pemimpin Timur Tengah termasuk yang tidak punya hubungan diplomatik.

Times of Israel menyebutkan kantor Netanyahu dan kantor berita resmi UEA mengkonfirmasi bahwa pertemuan tersebut berlangsung pada Senin malam, tetapi kantor perdana menteri membantah laporan AP mengenai alasan di baliknya sebagai "berita palsu."

Sementara Kantor Berita Emirates WAM mengatakan, "kedua pihak membahas hubungan bilateral antara UEA dan Israel serta cara untuk memperkuat dan mengembangkannya."

Dilakukan di Bandara

Netanyahu terbang dengan pesawat pribadi ke Abu Dhabi sekitar tengah hari Minggu dan menghabiskan empat jam di UEA, demikian laporan pertama Channel 12 Israel pada Minggu malam.

Channel 12 melaporkan pada Senin bahwa pertemuan antara Presiden UEA Mohammed bin Zayed (MBZ) berlangsung di bandara bukan di istana kepresidenan Qasr Al Watan, tempat sejumlah acara kenegaraan termasuk penerimaan tamu negara diadakan.

Setelah bertemu dengan MBZ, Netanyahu mengadakan pertemuan yang lebih luas dengan para pejabat senior dari beberapa negara Timur Tengah lainnya, termasuk beberapa negara yang tidak memiliki hubungan dengan Israel, demikian dilaporkan oleh stasiun penyiaran publik Israel, KAN.

(imf/bac)

Baca Artikel Selengkapnya