Iran Bersiap, Menlu Abbas: Ini Tanda-Tanda Jelas dari Niat Buruk AS!

3 jam yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN - Iran menyatakan akan menggunakan seluruh kemampuan untuk mempertahankan kepentingan nasional dan keamanannya. Hal tersebut merespons dari apa yang disebut Iran sebagai meningkatnya ancaman Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam percakapan telepon dengan mitranya dari Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan bahwa ancaman terbaru AS terhadap pelabuhan, pesisir, dan kapal Iran, disertai tuntutan yang dinilainya bertentangan dan tidak masuk akal. Hal tersebut menunjukkan Washington tidak serius dalam diplomasi.

Menurut pernyataan yang disiarkan media pemerintah Press TV, Araghchi menuduh AS berulang kali melanggar kesepahaman yang telah dicapai selama setahun terakhir. Ia juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai agresi militer AS terhadap Iran saat proses negosiasi pada Maret dan Juni 2025, serta pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan.

“Ini adalah tanda-tanda jelas dari niat buruk dan kurangnya keseriusan dalam diplomasi,” kata Araghchi.

Ia menambahkan bahwa Iran “akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk menjaga kepentingan negara dan keamanan nasional.”

Sebelumnya, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Anadolu bahwa Wakil Presiden AS JD Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk putaran baru perundingan dengan Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (21/4/2026) di Islamabad dan kemungkinan berlanjut hingga Rabu (22/4/2026).

Pengiriman barang melalui Selat Hormuz mengalami gangguan serius sejak serbuan bersama AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari. Washington memberlakukan blokade laut terhadap Iran pada 13 April.

Balasan Iran

Pasukan Iran pada Ahad (19/4/2026) melancarkan serangan drone terhadap beberapa kapal Amerika. Langkah ini sebagai balasan atas penembakan dan pencegatan kapal Iran oleh pasukan AS.

Kantor berita Iran, Tasnim melaporkan, bahwa setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer Touska di Teluk Oman, drone Iran diluncurkan terhadap kapal-kapal Amerika, tanpa menyebutkan apakah targetnya militer atau komersial.

Iran sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah menyita kapal Iran dan memperingatkan bahwa mereka akan segera membalas tindakan tersebut, yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata. Iran dan Amerika Serikat sepakat mengadakan gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan yang berlaku sejak diumumkan pada 7 April.

Sementara itu Kantor Berita Fars melaporkan bahwa Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan pasukan AS telah menargetkan kapal tersebut, menonaktifkan sistem navigasinya, dan menaikinya setelah melepaskan tembakan, mengutip juru bicara militer Ebrahim Zolfaghari.

Data pelacakan kapal menunjukkan Touska berangkat dari Port Klang di Malaysia pada 12 April.

Insiden itu pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Ahad yang kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), dan mengatakan USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran tersebut, yang mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman.

Menurut CENTCOM, Marinir terus menahan kapal tersebut. Dalam sebuah pernyataan, CENTCOM mengatakan kapal itu menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran.

CENTCOM juga merilis rekaman video di platform media sosial X yang menunjukkan kapal perang AS memperingatkan kapal tersebut sebelum menembak.

Zolfaghari mengatakan, “Amerika Serikat yang agresif, melanggar gencatan senjata dengan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya.”

Ia menambahkan bahwa pasukan AS menaiki kapal tersebut setelah mengerahkan “sejumlah marinir teroris” ke dalamnya.

“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” katanya.

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya