Iran Bakar Poster Trump-Netanyahu usai Republik Kalah Pemilu Sela AS

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Warga di Iran membakar poster raksasa yang menampilkan foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump beserta sekutu-sekutunya, menyusul kekalahan Trump dan Partai Republik di pemilu sela (midterm elections) AS. 

Di alun-alun Enghelab di pusat ibu kota Teheran, massa berkumpul untuk menyaksikan pembakaran poster, yang membuat gambar Wakil Presiden AS JD Vance, utusan khusus AS Steve Witkoff, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa yang datang di lokasi bersorak-sorai sambil mengibarkan bendera merah, sambil menuntut pembalasan atas kematian mantan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

"Kami akan membunuh Trump," demikian bunyi tulisan di beberapa bendera yang dikibarkan massa, seperti dilaporkan AFP. Massa juga memutar lagu berjudul "Kita Harus Bangkit" lewat pengeras suara, untuk mengenang Khamenei.

Aksi publik ini berlangsung setelah kekalahan telak Partai Republik dalam pemilu sela AS, di mana Partai Demokrat berhasil mengambil alih kendali Kongres.

Sejumlah pejabat Iran juga melontarkan ejekan terhadap Trump dan sekutunya. Kepala Keamanan Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan bahwa peristiwa ini menandai sebuah "kekalahan Politik".

Sementara Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, turut mengatakan bahwa kekalahan itu menunjukkan kekalahan politik bagi Trump dan akan ditambah oleh Iran apabila AS kembali macam-macam.

"Trump kalah dalam perang dan politik, dan kami akan memberikan kekalahan lebih lanjut padanya," kata Mohseni Ejei, seperti dikutip Ynet News.

Hasil penghitungan suara sementara pemilu sela AS pada 3 November menunjukkan kekalahan telak Partai Republik, baik di DPR maupun Senat.

Hitung cepat yang dilakukan New York Times sejauh ini menunjukkan Demokrat memenangkan 54 kursi di Senat, sedangkan Republik 44 kursi. Sementara itu, dalam perebutan kursi di DPR, Demokrat meraup 238 kursi, jauh dari Republik yang hanya 147 kursi.

Trump pada Rabu (4/11) mengakui secara langka bahwa kekalahan Republik di Kongres sebagian karena keputusannya memerangi Iran, yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar dunia.

[Gambas:Video CNN]

(dna)

Baca Artikel Selengkapnya