Jakarta, CNN Indonesia --
Iran disebut sedang meningkatkan operasi untuk menyasar warga Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dan wilayah lainnya.
Peringatan itu disampaikan oleh kepala intelijen nasional AS, Jay Clayton, pada Jumat (23/10) di tengah meningkatnya ketegangan Teheran dan Washington.
Diberitakan AFP, peringatan ini tertulis sebuah memo yang dikirimkan kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Clayton yang isinya "kami telah menerima informasi intelijen yang menunjukkan bahwa Iran telah meningkatkan "upaya secara signifikan" untuk menargetkan personel AS," menurut seorang pejabat AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan Irantengah merancang strategi "mematikan" terhadap warga negara AS tidak hanya di Timur Tengah, namun juga di beberapa negara.
"Upaya perancangan tindakan mematikan oleh pihak Iran terhadap warga negara AS telah mencapai tahap lanjut, baik di Timur Tengah maupun di sejumlah negara lainnya," bunyi memo tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Axios.
Hubungan AS dan Iran kembali memanas beberapa waktu lalu. Upaya damai kedua negara tidak menemukan titik terang meski sudah dibantu oleh sejumlah kepala negara.
Ketegangan Teheran dan Washington pun menjalar hingga aksi blokade di jalur lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.
Hingga saat ini, Iran belum menanggapi informasi yang Intelijen AS tersebut.
(afp/mik)

54 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·