Jakarta, CNN Indonesia --
Pertanian di Jepang menjadi salah satu contoh terbaik di Asia bahkan dunia.
Tidak heran bila negeri Sakura ini menghasilkan banyak komoditas berkualitas tinggi, terutama sayur dan buah-buahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisi menarik lain dari pertanian Jepang adalah dengan memperhatikan konsep ekonomi, sosial, serta budaya.
Pertanian di Jepang menguntungkan secara ekonomi, memberi pekerjaan banyak rumah tangga dengan tetap berpijak pada tradisi setempat sambil mengadopsi teknologi.
Salah satunya adalah koperasi pertanian, JA Zenchu yang sudah berdiri sejak 1954. Ini adalah jaringan koperasi pertanian nasional Jepang, yang mewakili lebih dari 4 juta rumah tangga petani melalui 584 koperasi lokal di seluruh 47 prefektur.
Sebagai suara utama petani Jepang di tingkat nasional dan internasional, JA Zenchu memberikan saran kepada Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
Lewat koperasi itulah rantai pasok tetap terjaga. Kelompok petani di Jepang dilatih membuat rencana bisnis yang disesuaikan langsung dengan kebutuhan pasar atau konsumen.
Pada saat yang sama petani mampu menjaga kestabilan jumlah dan kualitas produk yang dikirim secara berkelanjutan kepada distributor atau industri.
Dukungan regulasi
Bahkan pemerintah Jepang turun tangan dengan mengubah Undang-Undang Sistem Pangan pada April 2026, demi mendorong pembentukan harga berbasis biaya dalam rantai pasokan pangan.
Tujuannya, untuk mencegah transaksi di bawah biaya, Undang-Undang yang telah diubah tersebut menetapkan kerangka kerja untuk menciptakan "indikator biaya" yang memberikan tolok ukur yang jelas untuk biaya sesuai negosiasi harga.
Indikator biaya pertama dibuat untuk beras. Indikator biaya bukanlah harga minimum yang dijamin, dan harga tetap tunduk pada negosiasi antar pihak.
Pada 2024, Undang-Undang Dasar tentang Pangan, Pertanian, dan Pedesaan Jepang, juga direvisi untuk mengatasi perubahan signifikan dalam pertanian sejak diberlakukannya pada 1999.
Perubahan ini termasuk peningkatan risiko terhadap rantai pasokan pangan global, meningkatnya kebutuhan untuk mengatasi tantangan lingkungan, dan perluasan pasar global untuk produk pertanian.
Hasilnya, memperkuat ketahanan pangan sebagai prinsip inti, memperluas fokusnya di luar pasokan pangan hingga memastikan akses yang stabil terhadap pangan berkualitas tinggi dengan harga yang wajar. Revisi ini juga menekankan pertanian berkelanjutan dan pemeliharaan komunitas pedesaan.
Begitu juga Undang-Undang tentang Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Pertanian Cerdas disahkan pada 2024 untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian di Jepang.
Undang-undang ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi sumber daya melalui insentif keuangan dan pengecualian khusus bagi petani, koperasi, dan lembaga penelitian untuk berinvestasi dalam teknologi cerdas, pertanian presisi, dan pertanian berbasis data.
Hasilnya, pertanian Jepang berhasil menjaga pasokan secara stabil dengan memadukan teknologi dan kearfan lokal. Jepang dikenal dengan pertanian ramah lingkungan, dengan konsep Pertanian Berkelanjutan dengan Input Rendah (Low Input Sustainable Agriculture/LISA).
Ini adalah sistem pertanian yang meminimalkan ketergantungan pada input dari luar lahan pertanian dan memaksimalkan siklus mikro dari sistem alami yang mandiri, seperti pengenalan tanaman pupuk hijau (untuk mengisi kembali bahan organik kasar dan komponen karbon) dan rotasi tanaman dengan kacang-kacangan (yang memiliki kapasitas fiksasi nitrogen), untuk memaksimalkan bahan organik dan nutrisi yang dibutuhkan.
Di Jepang, sistem pertanian yang disebut "Pertanian Bebas Pupuk," di mana tidak ada pupuk kimia, pestisida, pupuk organik, atau bahkan kompos yang digunakan sama sekali, berkembang pesat di tingkat pertanian di seluruh negeri.
Ada beberapa petani yang telah mempraktikkan sistem ini selama lebih dari 10 atau 20 tahun dan mampu memperoleh hasil panen yang sangat stabil (hasil panen berkurang sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan dengan budidaya yang diberi pupuk). Ini adalah realitas yang menantang ilmu pemupuk
(imf/bac)

53 menit yang lalu
2





English (US) ·
Indonesian (ID) ·