Canberra (ANTARA) - Tingkat inflasi tahunan Australia naik menjadi 4 persen pada Agustus, demikian menurut data resmi yang dirilis pada Rabu (30/9).
Biro Statistik Australia (Australian Bureau of Statistics/ABS) menyatakan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) naik sebesar 4 persen dalam 12 bulan hingga Agustus, meningkat dari 3,5 persen pada Juli.
Rata-rata terpangkas tahunan (annual trimmed mean), yang merupakan ukuran inflasi mendasar, bertahan di angka 3,6 persen untuk bulan ketiga berturut-turut.
Australian Broadcasting Corporation melaporkan bahwa para ekonom secara umum memperkirakan pertumbuhan IHK akan mencapai 4,1 persen pada Agustus dan rata-rata terpangkas akan tetap di angka 3,6 persen
Menurut ABS, biaya perumahan menjadi pendorong utama inflasi tahunan hingga Agustus, naik sebesar 5,7 persen, sementara harga transportasi naik 5,6 persen akibat kenaikan harga bahan bakar.
Data tersebut dirilis sehari setelah bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), pada Selasa (29/9) menaikkan target suku bunga pasar uang, atau cash rate target, dari 4,35 persen menjadi 4,60 persen, level tertinggi sejak November 2011, dengan alasan inflasi yang disebabkan oleh booming kecerdasan buatan (AI) dan konflik di Timur Tengah.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·