Indonesia-Filipina perkuat kerja sama strategis

3 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Filipina sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis seperti ekonomi, politik dan keamanan, dan isu-isu internasional.

“Dalam hal kerja sama ekonomi, kami sepakat untuk memperkuat kolaborasi, antara lain penyelesaian mata uang lokal dan sistem pembayaran QR yang lebih kuat,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam pernyataan pers bersama Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro di Jakarta, Kamis.

Indonesia dan Filipina juga akan memperkuat konektivitas antara kota-kota perbatasan Indonesia dan Filipina, seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos.

Sugiono mengatakan bahwa Indonesia menyambut baik kemajuan kemitraan mineral kritis, termasuk Aliansi Nikel, untuk membangun rantai pasokan global yang tangguh.

Terkait politik dan keamanan, Indonesia dan Filipina sepakat untuk memperkuat kerja sama maritim, meningkatkan pengelolaan perbatasan, dan mempercepat diskusi tentang penetapan batas landas kontinen berdasarkan hukum internasional.

“Kami juga sepakat untuk memperkuat kerja sama industri pertahanan, termasuk melalui pengadaan peralatan pertahanan buatan Indonesia. Dalam hal konsuler, kami menyambut baik kemajuan dalam penyelesaian masalah orang-orang keturunan Indonesia dan orang-orang keturunan Filipina,” kata Sugiono.

Selain itu, Sugiono mengatakan bahwa Indonesia dan Filipina bertukar pandang tentang isu-isu regional dan global, menegaskan kembali pentingnya perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan melalui penghormatan penuh terhadap hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

Indonesia dan Filipina juga menekankan pentingnya proses politik inklusif di Myanmar untuk mendukung perdamaian jangka panjang, stabilitas regional, dan bantuan kemanusiaan, kata Sugiono.

Terkait situasi geopolitik di Timur Tengah, Indonesia dan Filipina meyakini bahwa gencatan senjata saat ini merupakan langkah penting untuk mencegah eskalasi lebih luas.

Menlu RI itu menegaskan bahwa stabilitas di kawasan Teluk sangat penting karena setiap gangguan akan memengaruhi keamanan, energi, rantai pasokan, dan ketahanan ekonomi di kawasan ASEAN dan Asia.

“Pada saat yang sama, kami percaya bahwa perdamaian dan stabilitas yang langgeng di Timur Tengah tidak dapat dicapai tanpa keadilan bagi Palestina juga, dan kami berdua percaya bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya solusi untuk masalah ini,” ujar Sugiono.

Baca juga: Menlu Sugiono tegaskan RI tidak akan kenakan tarif di Selat Malaka

Baca juga: Menlu: Negosiasi kapal RI makin kompleks karena situasi internal Iran

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya