Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengkonfirmasi bahwa Indonesia akan berpartisipasi dalam agenda internasional Antalya Diplomacy Forum (ADF) yang dilaksanakan di Kota Antalya, Turki, pada 17-19 April 2026.
Disampaikan Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama akan mewakili Indonesia dalam agenda ADF serta pertemuan Group of Eight yang akan membahas isu Palestina dan isu geopolitik di Timur Tengah.
“Duta Besar LBBP RI untuk Republik Turki akan mewakili Menteri Luar Negeri RI pada pertemuan Group of Eight yang rencananya juga akan dihadiri oleh sejumlah Pejabat negara anggota Group of Eight lainnya,” kata Yvonne melalui keterangan tertulis, Jumat.
Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus memastikan peran aktifnya dalam keberlanjutan pembahasan proses perdamaian Palestina dan isu geopolitik terkini di Timur Tengah.
Yvonne mengungkapkan bahwa Menlu RI Sugiono seyogianya hadir langsung dalam ADF 2026, dan bahkan sudah dijadwalkan berbicara pada sesi panel tentang kerja sama ASEAN pada gelaran itu.
Menlu RI pun telah direncanakan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra dari negara sahabat dalam kesempatan tersebut.
Tetapi, Sugiono urung hadir dalam agenda itu disebabkan atas “adanya arahan strategis dari Presiden RI yang mengharuskan Menlu RI untuk tetap berada di Jakarta”, kata Yvonne.
Meski Menlu RI tidak dapat hadir langsung dalam agenda di Turki itu, Kemlu RI memastikan bahwa komitmen Indonesia sama sekali tidak luntur dalam hal meningkatkan kerja sama dengan Turki baik dalam kerangka bilateral maupun dalam kerangka kerja sama ASEAN, termasuk melalui komitmen partisipasi dalam ADF 2026, demikian Yvonne.
ADF merupakan kegiatan rutin tahunan dan platform diplomasi pemerintah Turki untuk membahas isu-isu global dan kawasan melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, dari perwakilan politik, organisasi internasional, akademisi, hingga pelaku bisnis.
Kehadiran Indonesia dalam agenda diplomasi Turki tersebut sebagai wujud dukungan pemerintah RI terhadap Turki yang saat ini sedang berproses menjadi mitra wicara baru ASEAN.
Baca juga: Turki, mediator lain upayakan kelanjutan perundingan AS-Iran
Baca juga: D8: Pakistan, Turki, Mesir terlibat aktif dalam upaya mediasi TimTeng
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·