Iklan Kaitkan Bantuan AS ke Israel dengan Harga Pangan, Demokrat Michigan Berseteru

1 hari yang lalu 14

JAKARTA -- Sebuah iklan politik mengundang perselisihan serius dalam Partai Demokrat Amerika Serikat. Iklan tersebut mengaitkan mahalnya kebutuhan pokok dengan bantuan militer Washington kepada Israel. Perdebatan berkembang menjadi konflik terbuka menjelang pemilu paruh waktu, Selasa (3/11/2026).

Kontroversi itu melibatkan kandidat senator Demokrat Michigan, Abdul El-Sayed. Mantan rivalnya, anggota Kongres Haley Stevens, mengecam pesan iklan tersebut. Stevens menilai iklan itu menyalahkan Israel atas kesulitan ekonomi masyarakat Amerika.

Perselisihan keduanya bahkan memicu pembelotan politik yang mengejutkan. Pada Ahad (1/11/2026), Stevens mendukung kandidat Partai Republik, Mike Rogers. Keputusan tersebut diumumkan hanya dua hari sebelum pemungutan suara.

Menurut laporan Associated Press dan Reuters, Stevens sebelumnya direncanakan berkampanye bersama El-Sayed. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk memperlihatkan persatuan Demokrat Michigan. Namun, perseteruan mengenai Israel menggagalkan rencana tersebut.

Kontroversi bermula dari iklan digital organisasi politik Rebellion PAC. Kelompok tersebut dipimpin komentator progresif Amerika, Cenk Uygur. Iklan dibuat untuk mendukung El-Sayed sekaligus menyerang Rogers.

Pentingnya, Rebellion PAC bukan bagian dari tim El-Sayed. Kampanye sang kandidat tidak memproduksi ataupun mengendalikan iklan tersebut. Pihak El-Sayed juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap isi iklan.

Telur, Harga Pangan, dan Bantuan untuk Israel

Iklan berdurasi sekitar satu menit menampilkan pasangan berbelanja. Mereka terlihat memilih bahan makanan di sebuah supermarket. Percakapan kemudian beralih kepada harga telur dan kebutuhan keluarga.

Dalam adegan tersebut, perempuan meminta pasangannya mengembalikan telur. Dia menyebut uang tujuh dolar diperlukan untuk membiayai pembunuhan warga Palestina. Pernyataan itu merujuk pada dukungan militer Amerika kepada Israel.

Percakapan tersebut merupakan narasi politik yang sengaja dibuat provokatif. Angka tujuh dolar bukan bukti harga telur aktual. Pesan iklan menghubungkan pengeluaran militer dengan tekanan ekonomi keluarga.

Pembuat iklan mempertanyakan prioritas penggunaan uang pembayar pajak Amerika. Mereka menggambarkan Washington terus mengirim bantuan kepada Israel. Sementara itu, warga Amerika menghadapi mahalnya kebutuhan sehari-hari.

Bagian akhir iklan menyerang kandidat Republik, Mike Rogers. Iklan menampilkan foto Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dua politikus Israel lainnya turut ditampilkan dalam pesan tersebut.

Iklan kemudian menggunakan permainan kata bernuansa kampanye politik. Rogers digambarkan lebih berpihak kepada kepentingan Israel. Sebaliknya, El-Sayed diposisikan sebagai kandidat yang membela warga Michigan.

Menurut The Washington Post, iklan itu bukan produksi baru sepenuhnya. Uygur pernah menggunakan versi serupa pada kampanye presidennya, 2024. Materinya kemudian disesuaikan untuk pemilihan Senat Michigan.

Iklan tersebut memperoleh perhatian luas melalui media sosial. Namun, jangkauan iklan berbayarnya relatif terbatas. Kontroversi justru membesar setelah para politikus memperdebatkan pesannya.

Rebellion PAC melaporkan pengeluaran sekitar 1.000 dolar AS. Dana tersebut digunakan untuk penayangan iklan digital. Kelompok itu juga mengeluarkan 10 ribu dolar untuk pesan singkat menyerang Rogers.

Uygur mengatakan kepada PolitiFact iklannya tidak ditayangkan melalui televisi. Penayangan televisi terjadi ketika iklan dibahas dalam pemberitaan. Dengan demikian, penyebaran utamanya berlangsung secara digital.

Haley Stevens Sebut Iklan Bermasalah

Stevens segera mengecam pesan yang disampaikan Rebellion PAC. Dia menilai penggambaran Israel sebagai penyebab mahalnya pangan menyesatkan. Stevens juga menyebut pesan iklan mengandung unsur antisemitisme.

Anggota Kongres Michigan itu menyampaikan keberatannya melalui media sosial. Dia menuntut El-Sayed mengecam iklan tersebut secara terbuka. Stevens turut meminta klarifikasi mengenai pernyataan El-Sayed sebelumnya.

Menurut Stevens, masyarakat membutuhkan solusi ekonomi yang nyata. Pembangunan perumahan dan layanan kesehatan harus menjadi prioritas. Reformasi perpajakan juga diperlukan untuk mengurangi beban keluarga.

Namun, dia menolak Israel dijadikan penjelasan utama. Menurut Stevens, persoalan harga kebutuhan tidak sesederhana itu. Sikap tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan dengan kubu progresif Demokrat.

Stevens memiliki rekam jejak politik yang mendukung Israel. Sebaliknya, El-Sayed sering mengkritik bantuan militer Amerika. Perbedaan tersebut telah mencuat sepanjang pemilihan pendahuluan Demokrat.

Dalam pemilihan pendahuluan Agustus 2026, El-Sayed mengalahkan Stevens. Kemenangan itu diperoleh melalui persaingan yang sangat ketat. Namun, hubungan kedua politikus belum sepenuhnya membaik setelahnya.

Perselisihan iklan membuat ketegangan kembali meningkat menjelang pemilu. Reuters melaporkan kubu El-Sayed meminta Stevens menjauhi kegiatan kampanyenya. Permintaan tersebut berlaku hingga pemungutan suara 3 November.

Menurut sumber Reuters, langkah itu bertujuan menghindari gangguan kampanye. El-Sayed ingin tetap membahas persoalan ekonomi masyarakat. Dia juga berupaya mengalahkan kandidat Republik, Mike Rogers.

Namun, anggota Kongres Debbie Dingell memberikan penjelasan tambahan. Dingell mengatakan dirinya membatalkan kehadiran Stevens dalam kegiatan bersama. Dia menilai perselisihan tersebut telah mengganggu agenda kampanye.

Baca Artikel Selengkapnya