Jakarta (ANTARA) - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memperoleh fasilitas pendanaan dengan total nilai sekitar Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional, guna memperluas kapasitas pembiayaan dan mengakselerasi pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Fasilitas baru tersebut terdiri dari Fasilitas Term Loan sebesar Rp500 miliar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan fasilitas sebesar 30 juta dolar AS dari FinDev Canada. Selain itu, IIF juga memperoleh perpanjangan fasilitas pendanaan sebesar Rp300 miliar dari PT Bank BNP Paribas Indonesia.
“Kami mengapresiasi kepercayaan yang kuat dari lembaga keuangan domestik maupun internasional. Fasilitas ini mencerminkan meningkatnya keyakinan terhadap sektor infrastruktur Indonesia,” kata Presiden Direktur & CEO IIF Rizki Pribadi Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Rizki menambahkan bahwa IIF telah membiayai lebih dari 150 proyek infrastruktur berkelanjutan selama 16 tahun perusahaan beroperasi.
Dengan tambahan sumber pendanaan itu, ia mengatakan IIF berada dalam posisi yang baik untuk memperluas dampaknya, khususnya untuk proyek yang selaras dengan keberlanjutan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Chief Financial Officer IIF Eri Wibowo menambahkan bahwa selain mendiversifikasi sumber pendanaan, fasilitas ini akan mengoptimalkan cost of funds IIF.
Hal itu memungkinkan IIF menawarkan suku bunga pembiayaan yang lebih kompetitif kepada klien, sehingga mendukung kelayakan finansial proyek-proyek infrastruktur mereka.
Sebagai salah satu katalis pembangunan infrastruktur nasional, IIF menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan produk yang memenuhi beragam kebutuhan klien.
Ia mengatakan itu mencakup solusi credit enhancement yang memungkinkan pengembang infrastruktur mengakses pasar modal domestik melalui penerbitan obligasi atau sukuk.
Perusahaan juga menyatakan untuk terus berekspansi ke sektor strategis, dan belum ini memberikan fasilitas pinjaman untuk mendukung proyek infrastruktur kesehatan.
Berbagai inisiatif ini sejalan dengan mandat IIF untuk memobilisasi modal swasta guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan target Net Zero Emissions Indonesia pada tahun 2060.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·