IHSG turun, analis sebut pasar cermati arah kebijakan pasca reshuffle

13 menit yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa pelaku pasar tengah mencermati reshuffle (perombakan) dalam Kabinet Merah Putih, yang dinilai berpotensi memunculkan uncertainty terkait arah kebijakan pemerintah ke depan.

Pada penutupan perdagangan Kamis (1/10) sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 61,64 poin atau 1,02 persen ke posisi 6.009,50, yang mana seharian betah berada di zona merah.

"Dari sisi domestik, pasar merespons perkembangan reshuffle kabinet yang kembali memunculkan uncertainty terkait arah kebijakan pemerintah ke depan.” ujar Nafan saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Kamis.

Nafan mengatakan dampak reshuffle kabinet terhadap pasar keuangan maupun saham sangat bergantung pada persepsi investor terhadap figur yang ditunjuk dan kontinuitas kebijakan ekonomi.

"Dalam jangka pendek, reshuffle kabinet dapat meningkatkan volatilitas karena pasar perlu menilai kembali arah kebijakan, koordinasi antarkementerian, serta implikasinya terhadap program fiskal dan ekonomi," ujar Nafan.

Di sisi lain, ia menyebut apabila perubahan tersebut dipersepsikan mampu memperkuat efektivitas pemerintahan, menjaga kesinambungan kebijakan, dan memberikan kepastian terhadap agenda reformasi maupun investasi, dampaknya dapat menjadi lebih konstruktif dalam jangka menengah.

Dengan demikian, menurutnya, pasar saat ini kemungkinan lebih membutuhkan policy clarity dibandingkan sekadar perubahan komposisi kabinet.

“Perkembangan reshuffle hari ini sendiri menunjukkan bahwa pasar langsung merespons perubahan tersebut, meskipun perlu dibedakan antara reaksi awal dan dampak fundamentalnya,” ujar Nafan.

Sementara dari mancanegara, Nafan mengatakan level yield US Treasury yang relatif tinggi, tekanan terhadap rupiah, serta ketidakpastian geopolitik masih membatasi appetite investor terhadap aset berisiko di emerging market.

“Sikap investor saat ini menurut saya cenderung lebih defensif dan selektif,” ujar Nafan.

Ia menjelaskan, investor masih melakukan rebalancing portofolio dengan mengurangi eksposur pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap arus modal asing, sembari mencari saham atau sektor yang memiliki fundamental kuat dan katalis spesifik.

“Hal ini tercermin dari masih berlanjutnya net foreign sell dan tekanan pada sejumlah saham big caps,” ujar Nafan,

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, investor kemungkinan akan lebih memperhatikan perkembangan Rupiah, yield obligasi, arus dana asing, serta data ekonomi domestik sebelum meningkatkan kembali eksposur secara agresif.

Secara teknikal, Ia memproyeksikan area 6.019 menjadi support penting bagi IHSG, dengan support berikutnya di sekitar 5.854, sementara area 6.185-6.240 menjadi resistance yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi technical rebound.

“Selama IHSG masih mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang technical rebound tetap terbuka, terutama apabila tekanan jual asing mulai mereda dan kondisi rupiah maupun global market membaik. Namun, apabila support 6.019 ditembus secara signifikan, risiko berlanjutnya koreksi perlu diantisipasi,” ujar Nafan.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 18 pejabat negara dalam reshuffle kabinet dan pelantikan pejabat baru pada Kamis (1/10) hari ini.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang menguat sebesar 0,53 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 0,10 persen dan 0,08 persen.

Sedangkan delapan sektor melemah yaitu dipimpin sektor teknologi yang turun sebesar 3,68 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing sebesar 1,80 persen dan 1,74 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu MGNA, AKKU, CCSI, ROCK, dan BLTZ. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni SOSS, VERN, FORU, ALKA dan BAUT.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,57 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,03 miliar lembar saham senilai Rp11,05 triliun. Sebanyak 218 saham naik, 470 saham menurun dan 275 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 3,43 persen ke 69.046,00, indeks Shanghai menguat 0,31 persen ke 3.842,19, indeks Hang Seng menguat 0,37 persen ke 24.613,27, indeks Kospi menguat 1,95 persen ke 6.971,35, dan indeks Straits Times melemah 0,10 persen ke 5.669,95.

Baca juga: IHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestik

Baca juga: DBS Indonesia-Batavia buka akses investasi saham emas global

Baca juga: Danantara serahkan porsi saham BEI kepada OJK

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya