IHSG berpotensi melemah ikuti bursa kawasan Asia

46 menit yang lalu 1
Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu berpotensi bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Dibuka menguat, IHSG pada pukul 10.20 WIB bergerak melemah 21,64 poin atau 0,35 persen ke posisi 6.171,29. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,51 poin atau 0,08 persen ke posisi 607,65.

"Potensi penguatan IHSG lebih lanjut masih terbuka dengan menguji level 6.230-6.280 pada perdagangan Rabu,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, Ratna mengatakan, reli yang berlanjut semenjak pekan lalu, antusiasme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan harga minyak yang stabil, telah membantu pasar mengatasi gejolak di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

"Setelah September 2026 yang lesu, bursa saham kembali menguat tajam di awal bulan ini," ujar Ratna.

Ia melanjutkan, sentimen pasar berhasil bertahan di tengah berbagai tekanan, mulai dari aksi jual besar-besaran obligasi pemerintah AS hingga ketidakpastian geopolitik, yang didukung oleh kebangkitan kembali minat investasi di sektor AI serta kinerja laba perusahaan yang solid.

"Bulan ini juga menandai tahun keempat pasar bullish Wall Street yang dimulai pada tahun 2022. Saat ini merupakan pasar bullish terpanjang kedelapan sejak Perang Dunia II, dengan kenaikan sebesar 118 persen," ujar Ratna.

Adapun, return tersebut merupakan terbaik ketiga yang pernah tercatat bagi sebuah pasar bullish.

Sementara itu, harga minyak yang stabil dan jeda tekanan jual pada pasar obligasi AS juga menjadi katalis positif. Harga minyak Brent cenderung stabil di level 100 dolar AS per barel pada Selqsa(6/10), setelah sebelumnya mengalami koreksi.

Harga emas spot ditutup menguat 0,7 persen di level 4,168 dolar AS per troy oz (6/10). Kenaikan harga emas didukung oleh jeda kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pelemahan dolar, sementara para investor menantikan risalah rapat The Fed bulan September untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneternya.

Dari dalam negeri, investor menantikan data cadangan devisa Indonesia bulan September 2026 pada Rabu (7/10) yang sebelumnya meningkat di level 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari 145,3 miliar dolar AS pada Juli 2026.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp240,28 triliun per akhir September 2026, atau setara dengan dengan 71,51 persen dari total target penerimaan Bea Cukai yang ditetapkan APBN 2026.

Penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut tumbuh 8,57 persen year on year (yoy).

Sementara, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di level 5,2 persen pada tahun 2026 dan 2027 mendatang. Bank Dunia memprediksi untuk partumbuhan ekonomi Asia Timur dan Pasifik mencapai 4,5 persen pada tahun 2026.

Menurut Bank Dunia, aktivitas ekonomi didukung oleh peningkatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah, investasi yang terkait dengan negara, serta subsidi energi.

Selain itu, Bank Dunia menilai bauran kebijakan telah mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek namun juga berkontribusi pada ketidakseimbangan fiskal dan eksternal yang lebih besar.

Bursa Eropa kompak menguat pada penutupan Selasa (06/10), diantaranya FTSE 100 Inggris menguat 0,42 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,77 persen, indeks CAC 40 Prancis menguat 0,40 persen, indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,49 persen.

Bursa AS Wall Street juga kompak menguat pada Selasa (06/10), diantaranya Indeks S&P 500 menguat 0,58 persen ke 7.818,93, indeks Nasdaq Composite menguat 0,45 persen ke 27.599,79 dan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,49 persen ke 51.521,69.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain, indeks Nikkei melemah 0,62 persen ke 70.248,00, indeks Hang Seng melemah 0,84 persen ke 24.1077,76, indeks Kospi melemah 1,01 persen ke 6.873,79, indeks Kuala Lumpur melemah 0,99 persen ke 1.617,11, dan indeks Strait Times melemah 0,92 persen ke 5.649,60.

Sementara itu, indeks Shanghai (China) libur dalam rangka memperingati Golden Week atau Hari Nasional China.

Baca juga: IHSG Rabu dibuka menguat 17,49 poin ke posisi 6.210,42

Baca juga: IHSG ditutup menguat ikuti bursa kawasan Asia dan global

Baca juga: Makmur proyeksikan ulasan MSCI di November akan angkat IHSG ke 6.800

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya