REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) terus berbenah pascaterbongkarnya kasus fasilitas mewah bagi penghuni Lapas Cibinong. Setyo menyebut kasus Lapas Cibinong seolah membuka mata pentingnya perbaikan pengelolaan Lembaga Permasyarakatan (LP).
"Lapas ini kan bukan hanya di Cibinong saja, banyak lapas-lapas yang lain, ya ada puluhan bahkan mungkin ratusan. Di dalamnya ada termasuk lapas narkoba juga. Nah, dengan trigger yang terjadi di Cibinong ini, harapan kami tentunya Menteri Imipas pastinya beserta seluruh dirjen yang bertanggung awab, termasuk juga Irjennya, melakukan perubahan tata kelola pengelolaan lapas yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya," kata Setyo pada Selasa (6/10/2026).
Setyo tak ingin ada penghuni Lapas yang mendapat perlakuan khusus. Ia mengingatkan pentingnya persamaan perlakuan bagi seluruh narapidana tanpa pandang bulu.
"Sehingga permasalahan yang seperti ini tidak terjadi lagi di waktu yang berikutnya, gitu, sehingga nanti ada keadilan, ada kesamaan, semua warga binaan, penghuni lapas mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan satu dengan yang lainnya gitu," ujar Setyo.
Salah satu terpidana yang mendapat perlakuan khusus di Lapas KPK ialah Jimmy Masrin. Jimmy dipenjarakan KPK di kasus LPEI. Setyo tak ingin terpidana korupsi yang sudah dikirim ke Lapas justru hidup enak jauh dari efek jera.
"Ya makanya kan sebenarnya kami berharap bahwa semua narapidana, terutama yang awalnya berangkat dari kasus yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, termasuk juga APH yang lain, itu harapannya mendapatkan perlakuan yang sama di Lapas. Jadi tidak ada kemudian diskriminasi, kalau yang napi tipikor kemudian mendapatkan fasilitas dan sebagainya," ujar Setyo.

54 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·