Jakarta, CNN Indonesia --
Kelompok milisi Houthi Yaman menyatakan telah menyerang bandara internasional King Khalid di Riyadh hingga kilang minyak Aramco milik Arab Saudi pada Senin (4/10).
Seorang juru bicara Houthi menyebut serangan pada Senin juga menyasar lokasi-lokasi lain di wilayah selatan Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan serangan terbaru Houthi setelah sehari sebelumnya menyerang infrastruktur minyak Riyadh hingga menghentikan pemompaan di pipa Timur-Barat negara itu.
Houthi dan Saudi kembali panas setelah bandara di ibu kota Sanaa yang dikuasai Houthi diserang militer Yaman pada 13 Juli lalu. Houthi menuduh Saudi otak di balik serangan tersebut.
Konflik Houthi dan Saudi pecah setelah Riyadh mengintervensi perang saudara Yaman yang meletus pada tahun 2014. Kedua pihak sempat gencatan senjata pada 2022 namun kembali bertempur usai insiden di bandara Sanaa.
Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi di Yaman pada Senin juga menyatakan telah menghancurkan situs-situs Houthi di pesisir Laut Merah.
Target-target tersebut antara lain gudang senjata, fasilitas penyimpanan kapal bermuatan bahan peledak, serta ranjau laut.
Sementara itu, otoritas Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu di Riyadh untuk membahas perkembangan situasi. Ketiga negara telah meneken perjanjian pertahanan serupa NATO yang akan membela satu sama lain apabila salah satu anggota diserang.
Usai pertemuan, Pakistan dan Turki menyepakati akan mengerahkan pasukan ke Saudi berdasarkan pakta pertahanan tersebut.
(blq/dna)

56 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·