Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Gangguan besar melanda Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah selepas serangan kelompok Houthi dari Yaman, semalam. Belasan warga meninggal dan ratusan terluka akibat serangan paling mematikan sejak konflik Saudi-Houthi dimulai bulan lalu.
Menurut Flightradar24, sebanyak 156 penerbangan (20 persen dari total penerbangan) dibatalkan dan 347 penerbangan (49 persen dari total penerbangan) mengalami penundaan. Bandara itu merupakan salah satu jalur utama kedatangan dan kepulangan jamaah umrah dari berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia.
Bandara Riyadh masih ditutup, sementara bandara di Dammam tidak mencatat adanya penerbangan dalam dua jam terakhir dan hanya mencatat tiga pendaratan dalam empat jam terakhir, tambah layanan pemantau penerbangan tersebut.
Ini setelah banyak orang terluka akibat serangan Houthi terhadap bandara internasional Riyadh, sementara jumlah korban jiwa bertambah setelah lebih dari belasan orang tewas sehari sebelumnya. Bandara Dammam juga diserang semalam.
Serangan pada Ahad terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh—yang menurut otoritas penerbangan sipil menyebabkan kebakaran di terminal penumpang dan melukai beberapa orang—merupakan peristiwa terbaru dalam serangkaian serangan yang menyasar fasilitas tersebut.
Serangan sebelumnya pada Sabtu menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang, sementara serangan pada hari Kamis menewaskan sedikitnya tiga warga negara Arab Saudi, termasuk seorang pilot.
Pada Selasa dan Rabu, Bandara Internasional Abha dan bandara Riyadh menjadi sasaran dalam dua serangan terpisah.
Serangan terhadap Abha menewaskan dua orang perempuan—masing-masing warga negara Maroko dan Aljazair—serta melukai 28 orang lainnya, sedangkan serangan terhadap bandara Riyadh menewaskan seorang warga negara Sudan dan melukai delapan orang.
Di dekat perbatasan Arab Saudi dengan Yaman, setidaknya tiga orang terluka dalam serangan terhadap bandara Jazan dan Najran.

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·