Jakarta, CNN Indonesia --
Gedung pencakar langit Kingdom Centre di Riyadh, Arab Saudi, mewajibkan para penyewa kantor untuk bekerja jarak jauh menyusul serangkaian serangan milisi Houthi Yaman. Imbauan itu dikeluarkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Kebijakan ini muncul sepekan setelah 13 orang tewas dalam serangan besar milisi Houthi terhadap bandara internasional Riyadh.
Adapun para penyewa di Kingdom Centre mencakup raksasa jasa keuangan Merrill Lynch, firma konsultan manajemen McKinsey, serta Dana Moneter Internasional (IMF).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harap diperhatikan bahwa kebijakan bekerja dari jarak jauh kini diwajibkan bagi seluruh karyawan kantor di Kingdom Centre, berlaku segera dan sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian pernyataan manajemen gedung tersebut dalam sebuah surel yang dilihat AFP.
"Mohon untuk tidak mendatangi kantor selama periode ini," lanjut pernyataan tersebut.
Adapun untuk pusat perbelanjaan yang terletak di bagian bawah gedung tersebut tetap buka.
Pernyataan Kingdom Centre dirilis menyusul kebijakan pembelajaran jarak jauh di sekolah-sekolah. Sementara bandara Riyadh juga masih ditutup menyusul serangan pekan lalu.
Sebelumnya, koalisi mengumumkan kematian dua pilot helikopter di Najran, dekat perbatasan dengan Yaman. Adapun penyebabnya disampaikan karena "gangguan teknis".
Do sisi lain, milisi Houthi melalui juru bicaranya Yahya Saree mengklaim telah menembak jatuh sebuah helikopter Apache di wilayah tersebut.
"Sebuah helikopter pengintai AH-6i milik Kementerian Garda Nasional jatuh di dalam wilayah Arab Saudi, tepatnya di kawasan Najran, akibat gangguan teknis," kata Juru Bicara Koalisi, Turki Al-Malki, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita resmi Saudi Press Agency.
"Kecelakaan tersebut mengakibatkan gugurnya awak pesawat, yang terdiri dari dua orang perwira," tambahnya.
Perang yang telah berlangsung lebih dari satu dekade antara koalisi pimpinan Arab Saudi dan milisi Houthi yang didukung Iran kembali memanas di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dengan laporan mengenai serangan yang terus terjadi dari kedua belah pihak.
Mesir pertimbangkan dukungan
Setelah gencatan senjata selama empat tahun yang berlangsung dalam situasi tidak menentu, intensitas konflik di Yaman kembali meningkat ketika kelompok tersebut merebut wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah bulan lalu.
Milisi Houthi menyerang berbagai target milik Arab Saudi, termasuk kapal tanker di Laut Merah, fasilitas minyak, serta Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Sementara, koalisi pimpinan Arab Saudi telah melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah yang dikuasai Houthi.
Pada malam sebelumnya, koalisi menyatakan telah mencegat dua pesawat nirawak (drone) di wilayah Riyadh dan satu pesawat nirawak lainnya di Provinsi yang kaya minyak.
Sebelum itu, otoritas Arab Saudi juga telah mengeluarkan peringatan ancaman di ibu kota tersebut. Koalisi juga menyebut dua rudal balistik telah dicegat di wilayah selatan kerajaan itu.
Pada Sabtu (17/10), milisi Houthi melaporkan serangan Arab Saudi menewaskan 12 orang di Yaman, termasuk tiga anak-anak.
Milisi Houthi menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan menguasai wilayah di sekitar Selat Bab al-Mandab-sebuah lokasi di Laut Merah yang menjadi jalur ekspor vital bagi minyak Arab Saudi-sejak Iran melakukan blokade terhadap Selat Hormuz di Teluk. Laut Merah merupakan jalur pelayaran utama yang menghubungkan Asia dengan Eropa melalui Terusan Suez di Mesir.
Pada Minggu (18/10), parlemen Mesir akan menggelar sidang darurat setelah Presiden Abdel Fattah al-Sisi meminta para anggota parlemen untuk memberikan wewenang guna mendukung pertahanan Arab Saudi terhadap serangan milisi Houthi.
Sisi menyatakan kesediaannya untuk "melakukan langkah apa pun demi melindungi" Arab Saudi, jika para pemimpin negara tersebut memintanya.
"Saya tidak berbicara mengenai upaya memerangi atau menyerang pihak mana pun," ujarnya, Sabtu (17/10). "Kita hanya berbicara mengenai pertahanan," lanjutnya.
(ryn/ins)

10 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·