Houthi Klaim Serangan Saudi Tewaskan Perempuan dan Anak-anak

51 menit yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Dinas Pertahanan Sipil Yaman dari kelompok Ansarallah Houthi pada Rabu menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Saudi terhadap sebuah penjara di provinsi Al-Jawf telah meningkat menjadi 23 orang. Serangan tersebut menyasar Lembaga Pemasyarakatan Distrik Al-Hazm, tempat para narapidana dan warga sipil yang sedang berkunjung berada. 

Angkatan Bersenjata Yaman, yang berafiliasi dengan gerakan Ansarallah, menuduh Arab Saudi melancarkan dua serangan udara terhadap fasilitas tersebut. Juru bicara militer Ansarallah, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan bahwa upaya Saudi untuk menjauhkan diri dari serangan tersebut tidak akan membebaskan Riyadh dari tanggung jawab. 

"Upaya musuh Saudi untuk menyangkal kejahatan dan agresi mereka tidak akan membebaskan mereka dari konsekuensi agresi ini, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha menutup-nutupinya," ujar Saree. 

Menurut Saree, sebuah jet tempur F-15SA lepas landas dari Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait sekitar pukul 16.30 sebelum melancarkan dua serangan terhadap penjara tersebut. Ia mengatakan pesawat itu kemudian kembali ke Pangkalan Udara King Khalid sekitar pukul 16.45. Saree menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan banyak narapidana dan pengunjung, termasuk perempuan dan anak-anak.

Serangan terhadap penjara tersebut terjadi di tengah eskalasi operasi militer Saudi yang lebih luas di seluruh Yaman. Kepala biro Al Mayadeen di Yaman melaporkan bahwa 43 serangan udara menyasar Marib, Al-Jawf, Taiz, dan Hodeidah pada hari Rabu. 

Menurut laporan tersebut, serangan-serangan itu bertujuan untuk mendukung dan memperkuat pasukan militer yang didukung Saudi yang beroperasi di lapangan. Saree mengatakan Arab Saudi telah melancarkan 121 serangan terhadap Marib, Al-Bayda, Hodeidah, Taiz, dan Al-Jawf selama tiga hari. 

Eskalasi terbaru ini menyusul pengumuman Angkatan Bersenjata Yaman pada bulan Juli bahwa gencatan senjata tahun 2022 dengan Arab Saudi telah gagal setelah adanya serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa. Sejak saat itu, pertempuran antara pasukan Yaman dan pasukan yang didukung Saudi semakin intensif di beberapa provinsi. 

Pada Selasa, pasukan Houthi memukul mundur upaya pergerakan maju pasukan Saudi di Souq Al-Yatama, Al-Jawf, menurut sumber lapangan yang dikutip oleh Yemen TV. Sumber tersebut mengatakan pasukan Yaman melancarkan serangan dari sisi samping terhadap pasukan yang telah memasuki wilayah itu, menghancurkan puluhan kendaraan militer dan kendaraan lapis baja sebelum merebut kembali posisi-posisi tersebut. 

Yaman Melakukan Pembalasan di Dalam Wilayah Arab Saudi Serangan baru dari pihak Saudi ini dibarengi dengan operasi pembalasan oleh Yaman yang menyasar target-target militer dan ekonomi di dalam wilayah Arab Saudi. 

Kelompok Houthi mengumumkan serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) terhadap fasilitas Saudi Aramco serta target-target militer di Abha, Najran, Jazan, dan Khamis Mushait. 

Menyusul operasi tersebut, Kementerian Energi Arab Saudi mengakui bahwa fasilitas dan infrastruktur energi di wilayah selatan Kerajaan itu telah menjadi sasaran serangan, yang menyebabkan kebakaran dan penghentian sementara sebagian operasi.

Data satelit pendeteksi kebakaran juga menunjukkan adanya tanda-tanda panas di beberapa lokasi strategis, termasuk kilang dan fasilitas penyimpanan (bulk plant) Aramco di Jazan, fasilitas penyimpanan Aramco di Abha, Pembangkit Listrik Pusat Asir, serta Pangkalan Udara King Khalid. 

Kelompok Houthi juga telah mengumumkan larangan pelayaran bagi kapal-kapal yang menuju atau berangkat dari Arab Saudi seiring meluasnya konflik hingga ke luar wilayah Yaman. Saree memperingatkan bahwa Riyadh akan tetap dimintai pertanggungjawaban atas serangan-serangannya, terlepas dari apa yang ia sebut sebagai upaya untuk mengelak dari tanggung jawab. 

"Upaya Saudi untuk lepas tangan atas kejahatan dan agresi terhadap negara kami tidak akan membebaskan mereka dari konsekuensi agresi dan tindakan kriminal ini, tidak peduli seberapa keras mereka berusaha menutup-nutupinya," ujarnya.

Baca Artikel Selengkapnya