Houthi Disebut Tiru Iran Blokir Selat Bab Al Mandab-Kontrol Laut Merah

1 jam yang lalu 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Al Zouba mengatakan milisi Houthi ingin meniru Iran dalam hal blokade dengan menutup selat Bab Al Mandab dan mengendalikan Laut Merah.

Al Zouba menyampaikan komentar itu di Kedutaan Besar Yaman di Riyadh, Arab Saudi, pada Senin (27/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelompok Houthi ingin meniru model Iran dan ini akan menutup dua selat utama, gerbang menuju Teluk dan Laut Merah," kata dia, dikutip Reuters.

Laut Merah menjadi medan konflik baru setelah Arab Saudi dan Houthi saling serang. Sebelum ini, kelompok tersebut memang sering meluncurkan serangan ke kapal yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat di Laut Merah.

Pekan lalu, Saudi meluncurkan serangan ke bandara Sana'a Yaman. Juru bicara Houthi Yahya Saree mengatakan gempuran itu sebagai agresi terang-terangan dan membuat kesepakatan gencatan senjata informal pada Maret 2022 lalu gugur.

Houthi lalu meluncurkan operasi balasan dengan menggempur bandara internasional di Abha, Arab Saudi. Kemudian pada 20 Juli, mereka mengumumkan untuk memblokade laut bagi Arab Saudi.

Houthi menyatakan blokade itu sebagai tanggapan karena Saudi terus menyerang dan mengepung mereka selama nyaris 12 tahun.

"Embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi berdasarkan peribahasa 'mata dibalas mata' segera berlaku setelah pernyataan ini dikeluarkan," demikian menurut Houthi, dikutip Reuters.

Sejumlah pejabat Saudi dan negara Barat menduga konflik itu akan membuka peluang perang skala penuh Houthi-Saudi seperti dahulu.

Al Zouba pun menegaskan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, siap dengan eskalasi apapun. Namun, dia menegaskan akan lebih baik jika konflik harus sesegera mungkin dihentikan.

"Kami kira konflik ini sekarang perlu diakhiri. Baik melalui cara damai, maupin cara lain," kata dia.

Pemerintahan Yaman merupakan musuh bebuyutan Houthi. Pemerintah resmi Yaman mendapat dukungan dari Saudi, sementara Houthi merupakan bekingan Iran.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya