Houthi Bantah Saudi soal Tembak Drone ke Mekkah: Kebohongan Besar!

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Milisi Houthi Yaman membantah telah melancarkan serangan udara ke Arab Saudi, terutama wilayah kota suci Mekkah, pada Jumat (30/10).

Bantahan itu diutarakan Houthi setelah pasukan koalisi Saudi menuduh milisi tersebut meluncurkan sebuah drone ke Mekkah namun berhasil dicegat dan dihancurkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Klaim Saudi tentang pencegatan pesawat nirawak di wilayah udara Mekah adalah kebohongan besar dan keterlaluan," tegas juru bicara Houthi Yahya Saree dalam pernyataannya seperti dikutip Anadolu Agency.

Pasukan Saudi sebelumnya menyatakan milisi Houthi telah meluncurkan sebuah drone ke wilayah Mekkah pada Jumat (30/10) namun berhasil dicegat dan dihancurkan.

"Sebuah drone yang diluncurkan oleh milisi teroris Houthi dicegat dan dihancurkan di wilayah Makkah," tulis juru bicara koalisi Turki Al Maliki di media sosial X, seperti dikutip Anadoly Agency.

Ini merupakan klaim serangan terbaru Houthi di wilayah Mekkah yang dilaporkan oleh pasukan Saudi.

Serangan ini terjadi saat Houthi mengintensifkan gempurannya ke berbagai wilayah Saudi selama beberapa hari terakhir, termasuk ibu kota Riyadh.

Meski begitu, Houthi memang mengeklaim telah melancarkan serangan ke Saudi sehari sebelumnya. Namun, serangan kelompok itu tidak menyasar wilayah Mekkah.

Pada Kamis, Saree mengatakan pihaknya meluncurkan enam operasi militer di Saudi yang menargetkan kilang minyak Ras Tanura, fasilitas Aramco di Abqaiq, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Fahd di Dammam, kilang minyak Rabigh, dan markas besar pasukan Saudi di Najran.

Pasukan Saudi mengeklaim serangan-serangan itu juga berhasil dicegat dan dihancurkan.

Eskalasi ketegangan antara Houthi dan Saudi kembali memanas setelah insiden serangan di bandara Sanaa, Yaman, pada 13 Juli lalu. Houthi menuduh Saudi dalang di balik serangan tersebut.

Konflik kedua pihak sendiri meletus sejak Saudi mengintervensi perang saudara Yaman pada 2015. Houthi dan Saudi sempat gencatan senjata pada April 2022 namun runtuh pasca serangan di Sanaa.

(blq/bac)

Baca Artikel Selengkapnya