Hasmah M Ali Wafat, Istri Eks PM Malaysia Pelopor Kesehatan Ibu dan Anak

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Hasmah Mohamad Ali, tutup usia pada Senin (28/9) ini.

Beliau meninggal di usia genap 100 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh putranya, Tan Sri Mokhzani Mahathir, ketika dihubungi Bernama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasmah meninggalkan suami dan tujuh anak.

Hasmah Mohamad Ali, Istri Eks PM Malaysia Pelopor Kesehatan Ibu & Anak

Perempuan kelahiran 12 Juli 1926 ini merupakan tokoh Malaysia yang terkenal atas kontribusinya di bidang perawatan kesehatan bagi masyarakat, terutama ibu dan anak.

Hasmah merupakan perempuan Melayu pertama yang ditawari belajar ilmu kedokteran di King Edward VII College of Medicine di Singapura.

[Gambas:Video CNN]

Pada 1965, ia menjadi perempuan pertama yang diangkat sebagai petugas medis di Departemen Kesehatan Ibu dan Anak dan pada 1974, ia menjadi wanita pertama yang diangkat sebagai Pejabat Kesehatan Ibu dan Anak Negara Bagian.

Hasmah mengawali kariernya di bidang kedokteran di daerah pedesaan Kedah. Di sana, ia memimpin program kesehatan ibu, kebersihan dasar, imunisasi nasional, dan pendidikan kesehatan masyarakat.

Catatan kesehatan menyebutkan bahwa inisiatif Hasmah di Kedah telah secara dramatis mengurangi angka kematian bayi dari 75 kematian per 1.000 kelahiran menjadi hanya 6 kematian.

Hasmah bertemu dengan Mahathir ketika mengenyam pendidikan di King Edward VII College of Medicine.

Setelah menikah dan Mahathir menjadi perdana menteri pada 1981, Hasmah menyabet label "Ibu Negara" dari masyarakat Negeri Jiran.

Ia memanfaatkan platform nasionalnya untuk memperjuangkan perawatan kesehatan ibu, perencanaan keluarga, advokasi anti-narkotika, dan pendidikan literasi bagi warga desa.

Hasmah memimpin delegasi Malaysia ke Konferensi Dunia Keempat PBB tentang Perempuan tahun 1995 di Beijing. Ia juga memimpin Dialog Ibu Negara pada KTT Organisasi Kerja Sama Islam tahun 2003.

Dilansir dari Malay Mail, pengabdiannya kepada publik mencakup peran kepemimpinan di berbagai badan sipil, termasuk Asosiasi Pramuka Putri Malaysia, Yayasan Asosiasi Medis Malaysia, dan menjabat sebagai pelindung Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia.

Pada Maret 2000, ia memimpin misi kemanusiaan independen selama lima hari ke Irak untuk menilai dampak sanksi internasional terhadap perempuan dan anak-anak, serta secara pribadi mengirimkan perlengkapan medis ke rumah sakit anak dan panti asuhan. Selama misi tersebut, ia mengadakan audiensi pribadi dengan presiden Irak Saddam Hussein, sebuah pertemuan yang dirahasiakan, bahkan dari suaminya, Mahathir.

Di tahun-tahun terakhirnya, Hasmah berkembang sebagai ikon budaya dengan caranya sendiri. Ia kembali memainkan biola setelah vakum selama 70 tahun, dan terkenal karena melelang instrumen untuk mengumpulkan dana bagi kegiatan amal.

Dengan semangat belajar sepanjang hayat, ia menguasai bahasa Prancis percakapan di usia 70-an dan mulai memainkan alat musik tradisional China, erhu, di usia 80-an.

(blq/bac)

Baca Artikel Selengkapnya