Jakarta, CNN Indonesia --
Koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan partainya, Likud, unggul sementara dalam pemilihan umum atau pemilu Israel pada Selasa (27/10).
Hingga pukul 12.34 waktu lokal, suara yang telah dihitung mencapai 84,5 persen. Hasil sementara yang dirilis Komite Pemilihan Umum Pusat menunjukkan bahwa koalisi yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperoleh 54 kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, koalisi pimpinan rival terberat Netanyahu, eks panglima militer Israel, Gadi Eisenkot, dari Partai Yashar meraih 49 kursi.
Partai-partai yang dipimpin warga Arab Israel, yakni Joint List dan Ra'am, turun menjadi 17 kursi.
Partai-partai yang saat ini belum mencapai ambang batas parlemen sebesar 3,25 persen adalah Reservists (2,7 persen), People of Israel (1,6 persen), dan Charedi Public (0,2 persen).
Hasil tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berlanjutnya penghitungan suara.
Untuk membentuk pemerintahan, partai atau koalisi membutuhkan 61 kursi dari total 120 kursi Knesset.
Artinya, baik Netanyahu maupun pesaing kuatnya perlu merayu partai-partai lain untuk bergabung agar bisa membentuk pemerintahan. Dan kondisi ini biasanya memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu,
Sejumlah pihak menilai tak ada satu blok pun yang kemungkinan besar akan memperoleh 61 kursi di pemilu ini sehingga masih ada jalan panjang dan rumit di depan.
(rds/bac)

52 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·