Jakarta, NU Online
Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengatakan pemerintah tengah mematangkan penyusunan kurikulum pemberdayaan ekonomi untuk jenjang pendidikan menengah, baik di madrasah aliyah maupun pesantren.
Kurikulum tersebut disiapkan agar santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menggerakkan perekonomian.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat memimpin apel Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Banteng, Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
“Pemerintah sedang mematangkan penyusunan kurikulum pemberdayaan ekonomi pada jenjang pendidikan menengah, baik di madrasah aliyah maupun pesantren,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, penguatan keterampilan ekonomi merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat. Ia berharap santri mampu mengembangkan potensi ekonomi umat dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
“Hal ini agar santri tidak hanya pandai membaca kitab kuning, tetapi terampil menggerakkan roda ekonomi umat dan bangsa,” katanya.
Nasaruddin mencontohkan praktik baik agribisnis pesantren di Jawa Barat sebagai bukti potensi lembaga pendidikan Islam dalam memperkuat perekonomian.
“Pengembangan usaha di lingkungan pesantren dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas kontribusi santri di luar bidang keagamaan,” katanya.
Selain pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, Nasaruddin menekankan pentingnya fungsi dakwah pesantren di tengah disrupsi informasi dan krisis karakter.
Menurutnya, pesantren diharapkan terus melahirkan pencerah zaman yang memiliki kedalaman ilmu sekaligus mampu menjadi teladan bagi masyarakat.
Ia mengatakan para santri perlu dipersiapkan menjadi dai dan dai perempuan yang tidak hanya pandai beretorika, tetapi juga memiliki landasan keilmuan yang kuat.
“Santri harus tampil di garis depan untuk menaklukkan algoritma media digital dengan konten dakwah yang menyejukkan, moderat, berbasis sanad keilmuan, dan cinta tanah air,” tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi santri melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nasaruddin mengatakan program tersebut telah dirasakan manfaatnya oleh santri, tidak hanya oleh siswa madrasah.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat pelaksanaan program ini agar makin banyak santri mendapatkan hak atas pemenuhan gizi yang baik,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin berharap pesantren dapat menjalankan tiga fungsi utamanya secara optimal, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan menjalankan ketiga fungsi secara optimal, pesantren diharapkan semakin berperan dalam pembangunan nasional dan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkas Nasaruddin.

2 jam yang lalu
1



English (US) ·
Indonesian (ID) ·