Harga hunian swasta di Singapura naik 1,4 persen pada Q3 2026

5 hari yang lalu 10

Singapura (ANTARA) - Indeks harga properti hunian swasta keseluruhan di Singapura naik 1,4 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter) pada kuartal ketiga (Q3) 2026, meningkat dari kenaikan sebesar 0,5 persen pada kuartal kedua (Q2), seperti ditunjukkan oleh perkiraan awal yang dirilis oleh Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan (Urban Redevelopment Authority/URA) negara tersebut pada Kamis (1/10).

Dalam tiga kuartal pertama pada 2026, indeks tersebut meningkat rata-rata 0,9 persen per kuartal, angka yang tidak berubah dibandingkan rata-rata kenaikan kuartalan dalam periode yang sama pada 2025, demikian disampaikan URA dalam sebuah pernyataan.

Untuk memenuhi permintaan perumahan dan menjaga stabilitas pasar, pemerintah mempertahankan tingkat pasokan perumahan swasta yang tinggi melalui Program Penjualan Tanah Pemerintah (Government Land Sales Program).

Sebanyak 4.745 unit hunian swasta akan diluncurkan melalui Daftar Terkonfirmasi (Confirmed List) pada paruh kedua (H2) 2026, sehingga pasokan dalam Daftar Terkonfirmasi untuk sepanjang tahun tersebut mencapai 9.320 unit, lebih dari 50 persen di atas rata-rata tahunan selama sepuluh tahun terakhir, menurut URA.

Hal ini akan menjadikan total pasokan unit hunian swasta yang diperkirakan akan rampung dalam beberapa tahun ke depan menjadi sekitar 60.600 unit.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya