Jakarta, CNN Indonesia --
Sejak Januari lalu hingga akhir Juli, tercatat 16 tentara Israel (IDF) bunuh diri, dua di antaranya tentara wanita.
Seperti dilaporkan media Israel Haaretz, dua tentara wanita Israel yang bunuh diri terjadi di tengah krisis kesehatan mental yang memburuk di IDF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua tentara wanita itu terdiri dari prajurit tempur dari Batalyon Bardelas, yang ditempatkan di sepanjang perbatasan Mesir-Israel. Dia ditemukan mati bunuh diri pada Selasa pagi (28/7) di sebuah pangkalan militer di Israel selatan.
Yang kedua, tentara wanita yang bertugas di intelijen militer di pangkalan militer Glilot dekat Ramat Hasharon di Israel tengah, Minggu (26/7). Laporan tersebut menyebutkan bahwa ia memegang posisi rahasia.
Data yang dikumpulkan oleh surat kabar tersebut menunjukkan bahwa jumlah tentara Israel yang masih aktif bertugas dan meninggal karena bunuh diri sejak awal tahun ini telah meningkat menjadi 16 orang.
Laporan itu menambahkan bahwa setidaknya sembilan tentara lainnya, termasuk personel reguler dan cadangan yang telah ikut serta dalam perang, juga bunuh diri saat tidak bertugas.
Menurut laporan Haaretz sebelumnya , 22 tentara Israel yang masih aktif bertugas meninggal karena bunuh diri pada tahun 2025, menandai angka tahunan tertinggi yang tercatat oleh militer Israel dalam 15 tahun terakhir.
Tekanan Mental
Polisi Militer Israel (Military Police Criminal Investigation Division) telah membuka penyelidikan resmi atas kedua kasus kematian tersebut.
Kasus bunuh diri di kalangan tentara Israel terus terjadi pascaserangan ke Jalur Gaza 2023 silam. Investigasi militer Israel menemukan bahwa mayoritas kasus bunuh diri di kalangan tentara mereka baru-baru ini secara langsung terkait dengan trauma dan kondisi ekstrem yang dialami selama perang di Jalur Gaza.
Dilaporkan hampir 50 tentara Israel bunuh diri sejak Tel Aviv melancarkan agresi brutalnya ke Jalur Gaza Palestina pada Oktober 2023. Harian Haaretz melaporkan ada 17 tentara bunuh diri sepanjang 2025 ini, sementara 24 kasus lainnya terjadi pada 2024, dan 17 kasus pada 2023, termasuk tujuh tentara yang bunuh diri setelah pecahnya agresi di Gaza.
Menurut lembaga penyiaran publik Israel, KAN, 16 tentara telah mengakhiri hidup mereka sejak awal tahun 2025. Setiap kasus bunuh diri diselidiki, termasuk analisis surat perpisahan dan wawancara dengan orang-orang terdekat para tentara.
Hasil temuan menunjukkan bahwa sebagian besar kasus bunuh diri berasal dari paparan pertempuran yang berkepanjangan, pengalaman traumatis di medan perang, dan tekanan psikologis akibat kehilangan rekan.
"Sebagian besar kasus bunuh diri ini adalah akibat dari realitas kompleks yang diciptakan oleh perang di Gaza. Perang memiliki konsekuensi," kata seorang pejabat senior militer Israel kepada KAN, seperti dilansir Anadolu Agency.
Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu. Misalnya saja Komunitas Save Yourselves melalui Instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.(imf/bac)

3 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·