Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz meminta Pagar Nusa terus meningkatkan kualitas pendekar, terutama dalam penguasaan diri dan pembentukan karakter santri. Pesan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Gus Muchamad Nabil Haroen di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Pertemuan tersebut juga membahas perkembangan organisasi dan kesiapan Pagar Nusa mendukung pelaksanaan Apel Hari Santri 2026 di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Gus Nabil mengatakan, peningkatan kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Dengan demikian, para pendekar tidak hanya terampil dalam pencak silat, tetapi juga mampu mengendalikan ego ketika berlatih maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Pesan yang disampaikan oleh Ketum PBNU tadi kepada Pagar Nusa adalah bagaimana supaya Pagar Nusa terus berbenah, terus meningkatkan kemampuan, meningkatkan keahlian, juga bagaimana memberikan doktrin-doktrin yang baik kepada siswa-siswa ataupun santri-santri yang ada di bawah,” ujarnya kepada NU Online seusai pertemuan.
Ia mengatakan, pengendalian ego menjadi salah satu perhatian dalam proses pembinaan calon pendekar Pagar Nusa.
“Karena seperti kita tahu bahwa sering kali ada calon-calon pendekar yang masih berlatih, tapi belum bisa menguasai egonya,” sambungnya.
Menurut Gus Nabil, latihan pencak silat tidak semata-mata berorientasi pada penguasaan teknik bela diri. Proses latihan juga perlu membentuk karakter dan kemampuan mengendalikan diri.
“Itu tadi juga diatensi oleh beliau, bagaimana supaya latihan-latihan di Pagar Nusa ini bisa memberikan doktrin yang baik kepada para santri-santrinya sehingga bisa melahirkan kader-kader Pagar Nusa, pendekar-pendekar yang bisa menguasai egonya sendiri,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pagar Nusa juga melaporkan perkembangan struktur organisasi, capaian program, serta situasi terkini di lapangan.
Gus Nabil mengatakan, pertemuan itu mendapat tanggapan positif dari Ketua Umum PBNU. Ke depan, Pagar Nusa akan memperkuat sinergi dan koordinasi dengan PBNU serta menjalankan arahan organisasi.
“Alhamdulillah mendapatkan tanggapan yang sangat baik, dan ke depan juga kita akan melakukan sinergi dan koordinasi dan menerima perintah-perintah dari PBNU,” katanya.
Terkait Apel Hari Santri 2026 di Tebuireng, Gus Nabil menyampaikan bahwa Pagar Nusa siap membantu pelaksanaan kegiatan tersebut. Namun, bentuk dukungan teknis masih akan disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara.
“Belum secara teknis belum kita atur, karena ini baru kita baru mendapatkan perintah hari ini, jadi nanti akan kita terlebih dahulu, sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Selain agenda Hari Santri, Gus Nabil menyebut sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan Pagar Nusa dalam waktu dekat. Agenda tersebut meliputi pelatihan pelatih tingkat nasional, pelatihan wasit dan juri nasional sesuai standar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), rapat kerja nasional (Rakernas), serta kejuaraan nasional.
“Agenda terdekat kita Pagar Nusa ada pelatihan pelatih tingkat nasional, kemudian ada pelatihan wasit juri nasional untuk standar IPSI, kemudian ada Rakernas dan kejuaraan nasional di depan,” tuturnya.

9 jam yang lalu
2



English (US) ·
Indonesian (ID) ·