Guru Asal Bojonegoro Datang ke Muktamar Ke-35 NU dengan Berlari Selama 5 Jam

2 jam yang lalu 2

Jombang, NU Online

Ahmad Zaki Febiansyah, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMP Negeri 1 Kasiman, Bojonegoro, memiliki cara tak biasa untuk menghadiri Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Ia datang ke lokasi Muktamar dengan berlari selama sekitar lima jam.

Ahmad Zaki mengatakan, keinginannya hadir di Muktamar NU begitu kuat hingga membuatnya memilih berlari menuju lokasi. Menurutnya, ada dorongan dari dalam hati untuk datang langsung ke hajatan besar NU tersebut.

“Ingin saja datang ke Muktamar dengan lari. Hati saya rasanya tergerak untuk hadir di Muktamar,” katanya saat dihubungi NU Online, Sabtu (30/8/2026).

Guru asal Desa Kalangan, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, itu bukan kali pertama datang ke kegiatan NU dengan berlari. Saat peringatan 1 Abad NU di GOR Sidoarjo, Ahmad Zaki juga berlari sejauh 100 kilometer. Kebiasaan tersebut tidak lepas dari hobinya berlari.

“Untuk waktu kemarin kurang lebih lima jam. Posisi berangkat agak capek karena pagi datang ke sekolah dengan berlari. Setelah itu siangnya lanjut lari berangkat ke Muktamar,” ucapnya.

Dalam perjalanan menuju lokasi Muktamar, Ahmad Zaki beristirahat di kilometer ke-16. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan dengan beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Ia bersyukur berhasil menyelesaikan lari hingga tiba di lokasi Muktamar.

“Dulu saya aktif di Ansor, sekarang menjadi Nahdliyin biasa. Dan itu saja sudah cukup membuat saya bangga,” tuturnya.

Ahmad Zaki menilai Muktamar NU merupakan momentum penting untuk merumuskan arah perjalanan NU ke depan. Ia mendoakan seluruh rangkaian kegiatan Muktamar dapat berjalan lancar dan sukses.

“Mudah-mudahan Muktamar di pesantrennya KH Wahab Hasbullah ini dapat menjadikan NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia untuk semakin jaya,” harapnya.

Selain itu, Ahmad Zaki mendoakan agar NU ke depan semakin solid, kompak, dan berkembang. Ia juga berharap para ulama NU senantiasa diberi kesehatan dan umur panjang.

Sebagai guru olahraga, ia tidak lupa mengajak warga Nahdliyin untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga.

“Mari berolahraga supaya badan sehat, agar kita bisa beraktivitas dan berjuang di jalan masing-masing. Tentunya warga NU harus sehat jiwa dan raga,” pungkasnya.

Baca Artikel Selengkapnya