Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan sekitar Rp68,35 triliun kredit baru telah mengalir ke sektor perumahan dan membiayai pembangunan sekitar 115 ribu unit rumah.
“Sekitar Rp68,35 triliun telah disalurkan menjadi kredit baru di sektor perumahan, khususnya untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Destry dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Rabu.
Penyaluran kredit tersebut merupakan salah satu dampak dari Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) BI yang diarahkan untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas, termasuk sektor hijau dan inklusif.
Berdasarkan data BI, total insentif KLM yang diperoleh perbankan hingga pekan pertama September 2026 mencapai Rp461,2 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Rp338,2 triliun melalui KLM jalur pembiayaan dan Rp123 triliun melalui KLM Pendalaman Pasar Uang.
Sebelumnya, Destry pada 2 Oktober 2026 menyebut realisasi insentif KLM untuk sektor perumahan, real estat dan konstruksi mencapai Rp118 triliun per September 2026 yang diterima 111 bank.
Realisasi tersebut setara 1,32 persen dari dana pihak ketiga (DPK) perbankan, sedangkan plafon insentif untuk sektor perumahan, real estat dan konstruksi ditetapkan sebesar 1,4 persen dari DPK.
Baca juga: BI dorong UMKM penuhi syarat perbankan agar akses kredit meluas
Baca juga: Dana kredit Rp2.500 triliun belum cair, BI lihat swasta mulai bergerak
Dengan demikian, nilai sekitar Rp68 triliun merupakan penyaluran kredit baru perumahan, sedangkan Rp118 triliun merujuk pada besaran insentif KLM untuk sektor perumahan, real estat dan konstruksi.
“Rp68,35 triliun itu setara dengan sekitar 115 ribu unit rumah,” ujar Destry.
Ia mengatakan pembangunan satu unit rumah dapat melibatkan sekitar empat pekerja.
Menurut Destry, hal itu menunjukkan pembiayaan sektor perumahan juga memiliki dampak terhadap penciptaan lapangan kerja dan kegiatan ekonomi yang lebih luas.
“Ini memberikan dampak yang berarti, tidak hanya membantu masyarakat memperoleh rumah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendukung aktivitas ekonomi yang lebih luas,” ucapnya.
Di sisi pembiayaan perumahan, data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman per 1 Oktober 2026 mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mencapai sekitar Rp26,69 triliun kepada 112.437 debitur.
Sementara itu, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang triwulan III 2026 mencapai 73.477 unit, meningkat 8,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 67.458 unit. Secara kumulatif, penyaluran FLPP Januari-September 2026 mencapai 165.008 unit.
Selain KLM, BI menjalankan kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk meningkatkan pembiayaan perbankan kepada UMKM dan sektor produktif lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.
Destry menilai pembiayaan menjadi salah satu fondasi transformasi ekonomi karena dapat mendukung investasi sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Baca juga: BI: Kredit bank pada Agustus 2026 tumbuh 13,65 persen
Baca juga: BI berharap likuiditas bank terdistribusi lebih merata lewat KLM PPU
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·