Gelontorkan Rp7 T, Inggris Bangun Angkatan Udara Generasi Ke-6, Rusia Jadi Ancaman Utama

2 jam yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Inggris mempercepat transformasi Royal Air Force (RAF) menjadi angkatan udara generasi keenam pertama di Eropa. Ambisi itu memperoleh momentum baru setelah BAE Systems memperkenalkan Brontanax, rancangan pesawat tempur kolaboratif otonom pertama yang didesain di Inggris, dalam Farnborough International Airshow, beberapa waktu lalu.

Brontanax diproyeksikan menjadi bagian dari program Storm Fighter, yakni pesawat tempur tanpa awak yang akan terbang bersama Eurofighter Typhoon, F-35, dan kelak pesawat tempur generasi keenam Global Combat Air Programme (GCAP). Pemerintah Inggris telah mengalokasikan 300 juta pound sterling untuk memulai program Collaborative Combat Aircraft (CCA) tersebut.

Sehari sebelum Brontanax diperkenalkan, Inggris, Italia, dan Jepang menerima Kanada sebagai negara pengamat pertama dalam GCAP. Status tersebut memberi Kanada akses lebih luas untuk mempelajari tata kelola, kebutuhan kemampuan, kerangka industri, dan persyaratan keamanan program pesawat tempur generasi baru itu.

Masuknya Kanada menjadi penting bagi ambisi udara Inggris. GCAP tidak lagi hanya berkembang sebagai proyek tiga negara, tetapi mulai membentuk ekosistem pertahanan yang lebih luas di antara negara-negara sekutu di kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik.

Pada 3 Juli 2026, Inggris, Italia, dan Jepang juga menandatangani kontrak senilai 4,6 miliar pound sterling setara dengan Rp110 T, dengan perusahaan patungan Edgewing untuk membawa GCAP memasuki tahap desain berikutnya. Pesawat tempur siluman generasi keenam itu ditargetkan mulai bertugas pada 2035.

Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan Inggris tidak sedang menunggu GCAP selesai sebelum memodernisasi RAF. London memilih membangun kemampuan secara berlapis: mempertahankan Typhoon, menambah F-35, menghadirkan CCA otonom, memperkuat radar peringatan dini, dan membangun kemampuan tempur ruang angkasa.

Kepala Staf Angkatan Udara RAF Air Chief Marshal Sir Harv Smyth mengatakan penyegaran Combat Air Strategy akan menjadi fondasi perubahan terbesar kekuatan udara Inggris dalam beberapa dekade. Dalam wawancara dengan Aviation Week menjelang Global Air and Space Chiefs Conference di London pada 15–16 Juli 2026, Smyth menyampaikan ambisinya menjadikan RAF angkatan udara generasi keenam pertama di Eropa.

Target itu memperoleh dukungan pendanaan melalui Defence Investment Plan (DIP) yang diterbitkan Pemerintah Inggris pada akhir Juni 2026. Dokumen tersebut mengalokasikan 27,8 miliar pound sterling untuk domain udara dan 3,2 miliar pound sterling untuk ruang angkasa selama empat tahun anggaran, sehingga totalnya mencapai sekitar 31 miliar pound sterling.

Baca Artikel Selengkapnya