Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak negara Arab Saudi, Saudi Aramco, terkena serangan yang menyebabkan kebakaran berskala kecil pada Selasa (13/10).
Seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa sebuah rudal balistik menghantam kompleks kantor pusat Aramco di Dhahran. Sebuah menara perkantoran di kompleks itu terkena serangan dan tiga lantai teratasnya mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompleks tersebut merupakan pusat operasi utama bagi Aramco, yang mengelola jaringan luas anjungan minyak darat dan lepas pantai, jaringan pipa, kilang, serta terminal ekspor.
Sebelumnya enam sumber mengaku mendengar suara ledakan keras di dekat kompleks Aramco. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan bahwa serpihan rudal yang telah dicegat dan dihancurkan di Dhahran jatuh di kawasan permukiman, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Kementerian Energi Saudi memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa, sementara pihak berwenang telah merespons insiden itu dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Pihak berwenang juga melaporkan bahwa pesawat nirawak dan rudal berhasil dicegat dan dihancurkan di ibu kota Riyadh, serta wilayah selatan negara itu.
Meski demikian empat orang terluka di Riyadh akibat jatuhnya serpihan dari rudal Houthi, usai rudal-rudal tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan.
Milisi Houthi di Yaman selama sepekan terakhir telah meluncurkan rudal balistik dan drone ke berbagai lokasi penting di Arab Saudi. Mereka mengeklaim serangan itu sebagai balasan atas dukungan Saudi terhadap pasukan pemerintah Yaman, dalam perang saudara yang kembali berkecamuk.
Bandara internasional di Riyadh telah menjadi sasaran empat serangan, termasuk serangan pada Sabtu (10/10) lalu yang menewaskan 13 orang.
Kabinet Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebelumnya menegaskan bahwa Houthi akan menanggung konsekuensi atas serangan berulang mereka terhadap Saudi.
(dna)

47 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·