Gebyar Hari Santri 2026, PCNU Jakarta Pusat Hadirkan Pakorlas, Santunan Yatim, hingga Semaan Al-Qur'an

59 menit yang lalu 2

Jakarta, NU Online

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Pusat menggelar Gebyar Hari Santri Nasional 2026 dengan menghadirkan inovasi Pakorlas (Pemberantasan Korupsi dalam Shalat) pada Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini berupa edukasi keagamaan yang dipadukan dengan pelatihan shalat secara benar dan sempurna.

Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Pusat KH Yusrul Hana menjelaskan, Pakorlas menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperbaiki tata cara ibadah sekaligus mendalami nilai-nilai di dalamnya.

"Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memperbaiki tata cara ibadah sekaligus mendalami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya," ungkapnya diberitakan NU Online Jakarta.

Selain Pakorlas, Gebyar Hari Santri Nasional 2026 menghadirkan program pembinaan anak yatim dan piatu. Melalui program ini, PCNU Jakarta Pusat mengajak anak yatim mengikuti pengajian setiap Sabtu dan memberikan santunan kepada mereka.

"Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian sosial dan pembinaan jangka panjang agar mereka tumbuh menjadi generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan bangsa," jelasnya.

PCNU Jakarta Pusat juga menggelar semaan Al-Qur’an 30 juz bil-hifdzi atau pembacaan Al-Qur’an melalui hafalan. Sekitar 10 hafiz dan hafizah di Jakarta Pusat terlibat dalam kegiatan yang berlangsung sehari penuh, dari pagi hingga sore.

Gebyar Hari Santri Nasional 2026 juga menggelar sejumlah perlombaan, yaitu lomba shalat subuh berjamaah, membaca surat-surat pendek Al-Qur’an, shalawat, dan peragaan busana (fashion show). 

"Beragam lomba ini menjadi ruang partisipasi bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman," jelasnya.

Kiai Yusrul menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para santri dalam membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengatakan, peringatan Hari Santri perlu diisi kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat nilai keislaman dan semangat kebangsaan.

"Hari Santri adalah hari di mana para santri berjuang membela Negara Indonesia, yang mana dengan perjuangan santri itulah bangsa ini tetap berada, bangsa ini tetap ada," ujarnya dalam sambutan.

Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan seluruh lembaga dan badan otonom (banom) NU, yakni Muslimat NU, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

"Kolaborasi ini menjadi upaya bersama untuk memfasilitasi kreativitas warga Nahdliyin sekaligus memperluas syiar Islam di tengah masyarakat," katanya.

Kiai Yusrul berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Jakarta Pusat secara luas.

"Berbagai program yang dilaksanakan diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan kualitas ibadah, serta meneruskan semangat perjuangan santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," harapnya.

Pembukaan Gebyar Hari Santri Nasional 2026 berlangsung di Kantor PCNU Jakarta Pusat, Jalan Percetakan Negara, Cempaka Putih Barat. Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta perwakilan banom dan lembaga NU di Jakarta Pusat.

Baca Artikel Selengkapnya