Gadi Eisenkot Eks Panglima Militer Pesaing Netanyahu di Pemilu Israel

36 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gadi Eisenkot menjadi penantang terkuat Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu dalam pemilihan parlemen Israel pada Selasa (27/10). Elektabilitasnya melambung di berbagai jajak pendapat hingga diyakini menjadi calon potensial pengganti Netanyahu.

Dalam exit poll yang dilakukan sejumlah saluran televisi Israel, suara blok Eisenkot sempat terekam unggul tipis atas blok Netanyahu. Pemilihan parlemen ini akan menentukan pemerintahan baru Israel selanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah sistem parlementer proporsional, warga tidak memilih calon PM, tetapi memilih partai politik. Koalisi partai yang unggul dapat membentuk pemerintahan jika meraih mayoritas 61 kursi. Belum ada sejarah satu partai meraih 61 kursi sendiri.

Profil Gadi Eisenkot

Gadi Eisenkot merupakan mantan panglima militer Israel yang kini memimpin Partai Yashar.

Dalam sudut pandang komentator Israel Anshel Pfeffer, Eisenkot adalah antitesis Netanyahu yang memiliki citra rapi dengan rambut klimis dan wajah terias. Eisenkot tampil 'buruk rupa' dan terlihat kurang berkelas.

Meski begitu, Eisenkot dipahami sebagai simbol kejujuran di era politik Israel yang penuh pengkhianatan, trik kotor, dan fitnah.

Dilansir dari CNN, Eisenkot adalah anak imigran Maroko yang dibesarkan di Tiberias dan Eilat. Latar belakangnya yang bukan kalangan elite sangat kontras dengan Netanyahu yang merupakan keturunan elite Yerusalem dan berada di lingkaran kekuasaan.

Eisenkot menghabiskan sebagian besar hidupnya di Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Ia bergabung dengan Brigade Golani pada 1978 dan menjadi kepala staf mulai tahun 2015 hingga 2019 di bawah kepemimpinan Netanyahu.

Eisenkot mulai terjun ke dunia politik pada 2022 bersama mantan kepala staf lainnya, Benny Gantz. Pasca serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, keduanya bergabung dengan kabinet perang Netanyahu, dan keluar pada Juni 2024 dengan alasan tidak adanya strategi pascaperang yang jelas.

Ketika masa itu, perang Timur Tengah telah menelan banyak korban jiwa dari keluarga Eisenkot. Putra bungsunya tewas di Gaza pada Desember 2023 dan dua keponakannya juga tewas dalam pertempuran.

"Di atas makam Gal, saya bersumpah bahwa harga yang telah ia bayar, dirinya dan teman-temannya, mereka yang ia kenal dan mereka yang tidak ia kenal, tidak akan sia-sia," tulis Eisenkot di surat kabar Yedioth Ahronoth pada April 2026.

Eisenkot mengaku janjinya itu adalah inti dari misi politiknya sekarang.

Sebagai mantan perencana militer, Eisenkot berbeda dengan Netanyahu dalam karakter, gaya, dan temperamen. Eisenkot digambarkan oleh partainya sebagai "seorang pejuang, seorang pemimpin, dan seorang pemersatu".

Janji-janji kampanye Eisenkot yakni mengatasi urusan dalam negeri dan akuntabilitas. Ia berjanji akan membentuk komisi penyelidikan atas kegagalan peristiwa 7 Oktober, yang telah ditentang Netanyahu sejak perang dimulai.

Eisenkot juga menjanjikan wajib militer bagi semua warga Israel, langkah yang berbeda dengan pemerintahan Netanyahu yang mengecualikan kaum Yahudi ultra-Ortodoks.

Meski banyak perbedaan, Netanyahu dan Eisenkot memiliki sejumlah kesamaan, terutama dalam hal keamanan. Eisenkot mendukung operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Iran, serta menolak kemerdekaan Palestina.

(blq/dna)

Baca Artikel Selengkapnya