Frustrasi Tak Kunjung Deal dengan Iran, Trump Ancam Bombardir Oman

56 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengebom Oman jika negara tersebut "menghalangi" kesepakatan AS dengan Iran mengenai Selat Hormuz.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (17/8), Trump juga menyerukan Iran untuk cepat menyerah, menyusul upaya negosiasi damai yang tak kunjung tercapai menyusul peperangan kedua negara yang berlangsung hampir enam bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika Oman menghalangi, kami akan menghajar mereka habis-habisan," kata Trump kepada jurnalis Fox News Trey Yingst.

Trump juga mengatakan bahwa Iran harus "mengibarkan bendera putih tanda menyerah," menurut unggahan Yingst di X mengenai wawancaranya dengan presiden tersebut.

Dalam kesempatan itu, Trump bahkan mengeklaim terdapat jalur komunikasi langsung di belakang layar antara pemerintahannya dan para pejabat Garda Revolusi Iran.

"Mereka adalah pemain poker yang hebat, tetapi mereka sedang sekarat," kata Trump seperti dikutip AFP.

Ancaman Trump itu merujuk pada perundingan yang sedang berlangsung antara Oman dan Iran mengenai pengelolaan Selat Hormuz tanpa melibatkan AS.

Sementara itu, Washington juga selama ini tengah mengupayakan perundingannya sendiri mengenai Selat Hormuz yang masih diblokade dan dikontrol Iran.

Pejabat Iran dan Oman telah berunding selama beberapa pekan mengenai pengaturan pelayaran di masa depan melalui jalur tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin mengatakan bahwa kedua negara sedang menyusun deklarasi bersama terkait Selat Hormuz.

Namun, Trump berulang kali bersikeras bahwa selat tersebut berada di bawah kendali AS, meskipun lalu lintas pelayaran masih berlangsung dalam jumlah yang sangat terbatas.

Pada Jumat, Trump bahkan mengklaim bahwa dirinya dapat menyatakan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat.

Iran mengutuk keras pernyataan Trump itu dan menekankan bahwa jalur perairan energi penting yang telah diblokadenya itu "akan tetap menjadi milik Iran."

Sebelum perang AS-Israel melawan Iran pecah, Selat Hormuz yang dianggap sebagai jalur perairan internasional yang terbuka memang telah lama menjadi nilai tawar Teheran dalam geopolitik. 

Teheran menggunakan pengambilalihan kendali efektif atas selat tersebut sebagai alat tawar terhadap upaya yang dipimpin AS untuk menghancurkan kemampuan militernya dan memaksanya meninggalkan program nuklir yang kontroversial.

Pantai Iran membentang di sisi utara Selat Hormuz, sementara Oman berada di sisi selat yang berlawanan, di sebelah selatan.

(rds)

placeholder

Baca Artikel Selengkapnya