Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, Francesca Albanese, berbicara dalam acara diskusi yang digelar Amnesty Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Diskusi yang diselenggarakan oleh Amnesty International Indonesia tersebut dihadiri oleh hampir seribu orang dengan topik pembahasan terkait Mendukung Keteguhan Orang Palestina di tengah Genosida.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Fracesca Albanese menilai Indonesia harus mengkaji ulang keterlibatannya di Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump. Ia menilai BoP dibentuk oleh Israel dan AS dan kurang mewakili suara rakyat Palestina.
Diketahui, Trump pada Januari mengumumkan pendirian BoP sebagai solusi atas krisis di Gaza di mana Indonesia menjadi salah satu anggota kunci. Selaku anggota, Indonesia menjanjikan pengerahan pasukan ke Gaza sebagai bagian dari pasukan stabilisasi internasional.
Francesca Albanese, kepada Reuters di sela kunjungannya ke Jakarta, Kamis (22/10/2026) mengingatkan Indonesia yang memiliki sejarah panjang mendukung kedaulatan Palestina menemui bahaya dengan bergabung ke BoP. "Saya memahami niat baik (Indonesia). Saya tetap berpikir itu sangat bahaya, karena berisiko menormalisasi suatu mekanisme yang sangat abnormal," kata Albanese.
Menurut Albanese, Indonesia berisiko mengkompromikan kedekatannya dengan rakyat Palestina, dengan bergabung ke BoP. Alih-alih, ia merekomendasikan Indonesia bergabung dengan negara-negara Grup Hague, yang termasuk Afrika Selatan dan Malaysia demi menegakkan hukum internasional terhadap aksi-aksi Israel.
sumber : Antara, Reuters

55 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·